MURIANETWORK.COM - Dua emiten, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) dan PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), secara resmi membantah keterkaitan dengan kasus dugaan tindak pidana pasar modal yang menjerat sejumlah pihak dari PT Minna Padi Aset Manajemen (MPAM). Klarifikasi ini disampaikan melalui keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia pada Kamis (5 Februari 2026), menanggapi penetapan tersangka oleh penyidik Bareskrim Polri.
Klarifikasi Resmi dari Manajemen Perusahaan
Dalam pernyataan tertulisnya, manajemen kedua perusahaan menegaskan bahwa seluruh pemberitaan yang mengaitkan mereka dengan kasus hukum tersebut dinilai tidak akurat. Mereka menyatakan telah terjadi perubahan kepemilikan dan pengendalian yang signifikan, yang secara hukum memutus hubungan dengan pihak-pihak yang kini berstatus tersangka.
Corporate Secretary BUVA dan MINA masing-masing menegaskan, "Perseroan menyampaikan klarifikasi bahwa seluruh pemberitaan yang mengaitkan perseroan dengan penetapan tersangka tersebut adalah tidak benar, menyesatkan, dan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Perseroan tidak memiliki keterlibatan, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan ESO, EL dan MPAM."
Perubahan Kepemilikan dan Struktur
BUVA menjelaskan bahwa perubahan besar terjadi pada Juni 2023, ketika PT Nusantara Utama Investama resmi menjadi pengendali baru. Peralihan kepemilikan ini diikuti dengan pergantian susunan Dewan Komisaris dan Direksi, sebuah langkah standar dalam tata kelola korporat pasca-akuisisi.
“Sejak terjadinya perubahan pemegang saham pengendali, perseroan tidak memiliki hubungan dalam bentuk apapun dengan ESO, EL maupun MPAM,” tegas pernyataan dari manajemen BUVA.
Sementara itu, MINA mengungkapkan peralihan pengendaliannya telah terjadi lebih awal, tepatnya pada Februari 2025, kepada PT Tirta Orisa Yasa melalui mekanisme tender wajib (Mandatory Tender Offer) yang telah mendapatkan persetujuan regulator.
Artikel Terkait
Gubernur Fed Stephen Miran Desak Pemotongan Suku Bunga Lebih Agresif Dukung Pasar Tenaga Kerja
Wall Street Menguat Didorong Pernyataan Trump Soal Iran, Teheran Bantah Klaim Kontak
TOWR Catat Laba Bersih Rp3,68 Triliun di 2025, Tumbuh 10,3%
Tiga Emiten Siap Bagikan Dividen Tunai Rp13,17 Triliun pada April 2026