Wall Street buka dengan catatan hijau tipis di pagi Selasa itu. Meski kenaikannya tak banyak, suasana pasar terasa lebih optimis dibandingkan hari-hari sebelumnya. Sentimen ini muncul beriringan dengan rilis laporan keuangan sejumlah perusahaan dan prospek cerah dari dunia kecerdasan buatan.
Indeks Nasdaq, yang sarat dengan saham teknologi, bertambah 0,2 persen. Sementara itu, S&P 500 naik sedikit 0,1 persen. Dow Jones justru menunjukkan kinerja terbaik di antara ketiganya, dengan kenaikan sekitar 0,3 persen.
Pendorong utama optimisme hari ini datang dari Palantir Technologies. Laporan kuartalan perusahaan analitik data itu jauh melampaui ekspektasi, terutama berkat tingginya permintaan terhadap platform AI-nya. Kabar ini langsung mengguncang pasar: saham Palantir melonjak lebih dari 11 persen bahkan sebelum bel pembukaan berbunyi. Performa gemilang ini sekaligus memberi sinyal bahwa tren perdagangan AI masih punya tenaga untuk terus berlari. S&P 500 pun terdorong mendekati level rekor barunya.
Namun begitu, bukan berarti semua berjalan mulus di sektor AI. Ada dinamika lain yang patut dicermati, khususnya terkait hubungan antara Nvidia dan OpenAI. Rupanya, ada ketidakpuasan dari pihak OpenAI terhadap chip AI terbaru Nvidia. Hal ini dikabarkan menghambat pembicaraan investasi raksasa yang nilainya bisa mencapai 100 miliar dolar AS.
CEO Nvidia, Jensen Huang, tampaknya berusaha meredam isu ini. Dalam sebuah pernyataan pada Senin, ia meremehkan kabar tentang rencana investasi tersebut.
Artikel Terkait
Mendag Tegaskan Tak Ada Moratorium, Ekspor Kelapa Tetap Jalan
Pemerintah Pacu Investasi Rp 2.175 Triliun untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6%
Wacana Gentengisasi Prabowo Hangatkan Harapan di Jatiwangi
Hexindo Raup Rp 6,71 Triliun, Tapi Laba Justru Tergerus