Hexindo Raup Rp 6,71 Triliun, Tapi Laba Justru Tergerus

- Selasa, 03 Februari 2026 | 20:00 WIB
Hexindo Raup Rp 6,71 Triliun, Tapi Laba Justru Tergerus

PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) menutup tahun 2025 dengan catatan yang beragam. Di satu sisi, emiten alat berat ini berhasil mendongkrak penghasilan netonya hingga mencapai USD 401,07 juta, atau setara dengan Rp 6,71 triliun jika mengacu pada kurs Rp 16.754 per dolar AS. Angka itu menunjukkan kenaikan lumayan, sekitar 8,62 persen, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun begitu, laporan keuangan yang dirilis lewat BEI pada Selasa (3/2) itu juga menyimpan berita kurang menggembirakan. Laba kotor perusahaan justru menyusut 3,18 persen year-on-year, menjadi USD 76,7 juta. Penurunan juga terjadi pada laba usaha, yang melambat 8,13 persen ke posisi USD 29,82 juta.

Yang paling terasa mungkin di laba tahun berjalan. Hingga akhir 2025, laba ini tercatat USD 18,57 juta, turun cukup signifikan 12,36 persen dari capaian sebelumnya. Jadi, meski pendapatan naik, profitabilitasnya justru tertekan.

Lalu, apa yang mendorong kenaikan penghasilan itu? Ternyata, penjualan alat berat ke pihak ketiga menjadi penyokong utamanya. Bagian ini melonjak 23,62 persen, dari USD 216,93 juta menjadi USD 268,17 juta. Kontribusinya pun tak main-main, menopang 66,86 persen dari total penghasilan HEXA sepanjang tahun.

Prospek ke depan, menurut sejumlah pelaku industri, masih berawan tapi ada secercah harapan. Immawan Priyambudi, Ketua IV PAABI, memproyeksikan pasar alat berat secara umum masih akan berada dalam tekanan.

“Tapi kita melihat at least ada sedikit optimisme di sana karena proyek-proyek strategis pemerintah saat ini termasuk Giant (Sea) Wall ya, itu termasuk juga food estate dan kemudian juga dari sisi pembangunan tol dan segala macam itu masih menjadi opportunity yang cukup besar buat kita,” tutur Immawan.

Dia memperkirakan, industri alat berat baru akan berpotensi tumbuh 5 hingga 10 persen di tahun 2026, seiring membaiknya aktivitas proyek pemerintah. “2025, in overall turun 5 persen total ya. Tahun depan hanya tumbuh 5-10 persen dari kontraksi ini,” lanjutnya.


Halaman:

Komentar