Di sisi lain, untuk menggenjot rencana ekspansi, perusahaan juga sudah melakukan aksi korporasi. Pada semester kedua 2025, mereka berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp586,1 miliar. Caranya lewat Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), dengan menerbitkan sekitar 638,5 miliar saham baru. Dana inilah yang nantinya akan dipakai untuk mendukung ekspansi di tahun 2026.
Haryanto tampaknya sangat yakin dengan kondisi perusahaan saat ini.
"Dengan neraca yang sehat serta posisi arus kas yang kuat, kami optimistis dapat mencetak pertumbuhan dua digit secara berkelanjutan setiap tahunnya," tuturnya.
Jadi, tahun depan akan jadi tahun yang menarik untuk dilihat. Apakah target Rp5,1 triliun itu bisa benar-benar direngkuh? Waktu yang akan menjawabnya.
Artikel Terkait
Harga CPO Menguat Pekan Ketiga, Didukung Konflik Timur Tengah dan Harga Energi
Saham Energi Boy Thohir Jadi Penopang Pasar di Tengah Pelemahan IHSG
Menkeu Purbaya Bicara Beban Jabatan dan Rencana Bantu Pedagang Terbelit Utang
Bitcoin Koreksi 7% Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga dan Revisi Proyeksi Inflasi