Di sisi lain, untuk menggenjot rencana ekspansi, perusahaan juga sudah melakukan aksi korporasi. Pada semester kedua 2025, mereka berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp586,1 miliar. Caranya lewat Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), dengan menerbitkan sekitar 638,5 miliar saham baru. Dana inilah yang nantinya akan dipakai untuk mendukung ekspansi di tahun 2026.
Haryanto tampaknya sangat yakin dengan kondisi perusahaan saat ini.
"Dengan neraca yang sehat serta posisi arus kas yang kuat, kami optimistis dapat mencetak pertumbuhan dua digit secara berkelanjutan setiap tahunnya," tuturnya.
Jadi, tahun depan akan jadi tahun yang menarik untuk dilihat. Apakah target Rp5,1 triliun itu bisa benar-benar direngkuh? Waktu yang akan menjawabnya.
Artikel Terkait
OJK dan BEI Buka Klasifikasi Investor ke 27 Sub-Tipe untuk Pikat MSCI
Jeffrey Hendrik Pimpin Sementara BEI, Kursi Direktur Utama Baru Tunggu 2026
Gentengisasi Prabowo: Arsitek Ingatkan Tak Ada Atap yang Cocok untuk Semua Daerah
IHSG Tembus 8.000, Optimisme Investor Melonjak