Namun begitu, sentimennya tak cuma datang dari grafik. Dari dalam negeri, pasar merespons baik langkah-langkah regulator. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan KSEI baru-baru ini menyampaikan sejumlah usulan reformasi pasar modal ke MSCI.
Usulannya beragam. Mulai dari peningkatan transparansi pengungkapan kepemilikan saham, perluasan likuiditas, sampai rencana kenaikan batas minimum free float secara bertahap dari 7,5% menjadi 15%. Target implementasi awal diusulkan pada Maret 2026. Upaya memperkuat kualitas data investor, dengan klasifikasi 27 sub-tipe dan komitmen pembaruan berkala, juga jadi perhatian serius.
Di sisi lain, sentimen global turut berperan. Menurut Nafan, pasar masih berharap The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan dalam pertemuan mendatang. Meski begitu, peluang pemotongan suku bunga di pertengahan 2026 tetap ada, asalkan inflasi bisa dikendalikan.
Faktor lain yang menopang? Optimisme pada laporan keuangan emiten teknologi raksasa, plus penantian rilis data ketenagakerjaan AS.
"Kombinasi sentimen teknikal, domestik, dan eksternal tersebut menjadi faktor pendukung bagi IHSG untuk tetap bergerak stabil dengan kecenderungan menguat dalam jangka pendek," pungkas Nafan.
Artikel Terkait
OJK dan BEI Buka Klasifikasi Investor ke 27 Sub-Tipe untuk Pikat MSCI
Jeffrey Hendrik Pimpin Sementara BEI, Kursi Direktur Utama Baru Tunggu 2026
Gentengisasi Prabowo: Arsitek Ingatkan Tak Ada Atap yang Cocok untuk Semua Daerah
IHSG Tembus 8.000, Optimisme Investor Melonjak