“Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang deflasi terbesar pada ketiga provinsi tersebut ya,” ungkapnya.
Ia merinci, di Aceh, penurunan harga telur ayam termasuk telur ayam ras jadi pemicu utama. Sementara untuk Sumatera Utara dan Barat, andil terbesar justru datang dari cabai merah yang harganya melandai.
Secara nasional, gambaran bulan Januari ternyata tidak seragam. Dari seluruh provinsi, 20 wilayah masih mengalami inflasi, sementara 18 lainnya justru deflasi. Artinya, pergerakan harga di Tanah Air masih beragam dari satu daerah ke daerah lain.
“Inflasi tertinggi ya, terjadi di Maluku Utara yaitu sebesar 1,48 persen. Sedangkan deflasi terendah terjadi pada Sumatera Barat, yaitu deflasi 1,15 persen,” jelas Ateng menutup paparannya.
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak