Dolar Menguat, Yen Terperosok: Pasar Waspadai Warsh dan Takaichi

- Senin, 02 Februari 2026 | 08:15 WIB
Dolar Menguat, Yen Terperosok: Pasar Waspadai Warsh dan Takaichi

Mata uang komoditas ikut tertekan. Dolar Australia anjlok 0,54% ke USD0,69255, sementara dolar Selandia Baru melemah 0,3% ke USD0,6001.

Yen Terperosok Lebih Dalam

Tekanan pada yen makin menjadi. Mata uang ini terdepresiasi 0,4% ke level 155,39 per dolar AS. Kombinasi antara dolar yang kuat dan komentar Takaichi seolah memberi lampu hijau bagi pelemahan, membuatnya sulit bangkit.

Survei harian Asahi memberi gambaran politik: partai Takaichi berpeluang besar menang telak dalam pemilihan anggota DPR yang akan datang. Situasi ini jadi bahan pertimbangan serius para pelaku pasar.

"Pemilu dadakan tanggal 8 Februari nanti kemungkinan jadi katalis domestik utama berikutnya bagi pergerakan yen," kata Tony Sycamore, seorang analis pasar di IG.

Jelang pemilu, aksi jual yen dan obligasi pemerintah Jepang marak. Pemicunya adalah ekspektasi kebijakan fiskal yang lebih ekspansif jika Takaichi menang besar, ditambah rencana pemotongan pajak yang bikin khawatir. Soalnya, kondisi keuangan pemerintah Jepang sudah cukup tertekan.

Namun begitu, pelemahan yen belakangan ini sepertinya mulai mencari titik dasar. Kewaspadaan pasar masih tinggi. Mereka tidak melupakan kemungkinan intervensi mata uang terkoordinasi antara AS dan Jepang. Isu ini pernah menghangat akhir bulan lalu, setelah pembicaraan dari kedua pihak soal pengecekan nilai tukar sempat mendorong yen melonjak tajam. Jadi, semua pihak tampaknya sedang menunggu dan melihat.


Halaman:

Komentar