Hari pertama perdagangan pekan ini benar-benar jadi mimpi buruk bagi investor. IHSG anjlok tajam di sesi pertama, Senin (2/1). Indeks kompas pasar modal kita itu terperosok 442,442 poin atau setara dengan 5,31 persen, berhenti di level 7.887. Padahal, di tengah sesi sempat ada harapan, lho. IHSG merangkak ke posisi tertinggi 8.313. Namun, tekanan jual yang begitu kuat akhirnya mendorongnya ke titik terendah 7.858.
Pergerakannya benar-benar liar. Transaksi berlangsung sangat sibuk dengan nilai mencapai Rp 18,942 triliun. Volume perdagangannya pun gila-gilaan, menembus 35,351 miliar saham. Frekuensinya? Lebih dari dua juta kali. Coba bayangkan.
Pasar didominasi awan merah. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, hanya 65 yang mampu bertahan di zona hijau. Sementara itu, 715 lainnya terkapar. Ada 33 saham yang flat, tak bergerak ke mana-mana. Kapitalisasi pasar BEI pun menyusut, tercatat di angka Rp 14.205,642 triliun.
Lalu, siapa saja yang paling terpukul hari ini?
ENRG (Energi Mega Persada Tbk) jadi salah satu yang terpuruk, merosot 15% ke level 1.105. GTSI (GTS Internasional Tbk) ikut terhempas dengan penurunan serupa, 15%, ke 238.
Tak ketinggalan, MDKA (Merdeka Copper Gold Tbk) juga ambruk 14,95% ke 2.730. ARCI (Archi Indonesia Tbk) dan BUVA (Bukit Uluwatu Villa Tbk) menyusul dengan penurunan hampir 15%, masing-masing ke level 1.510 dan 1.055.
Kondisi ini ternyata tak cuma terjadi di Indonesia. Suasana muram juga menyelimuti bursa-bursa saham Asia lainnya pada siang hari ini.
Di Jepang, Nikkei 225 turun 0,83%. Hang Seng di Hong Kong bahkan lebih parah, terjun bebas 2,49%. Shanghai Composite di China melemah 1,4%. Sementara itu, Straits Times di Singapura relatif lebih tahan, hanya turun tipis 0,37%.
Sepertinya, sentimen negatif sedang mendominasi kawasan. Investor jelas perlu ekstra hati-hati.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam dan Galeri24 Terkoreksi Sepanjang Pekan, Buyback Anjlok Hingga Rp23.000 per Gram
BHAT Melesat 60 Persen di Tengah IHSG Terpuruk, Jadi Satu-Satunya Emiten dengan Kenaikan Lebih dari 50 Persen
Turis Piala Dunia Keluhkan Budaya Tip di AS, Dianggap Bikin Biaya Membengkak
Harga Beras Jepang Anjlok, Stok Melimpah Picu Penurunan Hingga Rp 81 Ribu per Kemasan