Di bidang pendidikan, dia menyandang gelar Sarjana Ekonomi dari Unpad dan MBA Finance dari Leeds University.
Prestasi selama memimpin BEI pun cukup banyak. Di bawah komandonya, bursa meluncurkan IDX Karbon dan waran terstruktur. IHSG juga beberapa kali mencatatkan rekor tertinggi baru. Tapi bagi Iman, yang tak kalah penting adalah menjaga kualitas pasar.
Dia punya pandangan yang jelas tentang hal ini.
Seleksi terhadap calon emiten, menurutnya, harus ketat. Itu adalah bentuk perlindungan fundamental bagi investor ritel. Dia aktif mendorong perusahaan-perusahaan berkualitas untuk masuk ke pasar modal Indonesia, sembari menjaga agar standar tak goyah.
Kini, dengan pengunduran dirinya yang mendadak, babak kepemimpinan Iman di BEI pun berakhir sebelum waktunya. Pasar menunggu, apa langkah selanjutnya.
Artikel Terkait
BEI Perpanjang Penundaan Transaksi Short Selling hingga September 2026
Wall Street Menguat di Tengah Harapan Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Program Mudik Gratis Pemerintah Berangkatkan 500 Pemudik dari Jakarta
BEI Tetapkan Libur Perdagangan 5 Hari Berturut-turut Maret 2026 untuk Nyepi dan Idulfitri