Di bidang pendidikan, dia menyandang gelar Sarjana Ekonomi dari Unpad dan MBA Finance dari Leeds University.
Prestasi selama memimpin BEI pun cukup banyak. Di bawah komandonya, bursa meluncurkan IDX Karbon dan waran terstruktur. IHSG juga beberapa kali mencatatkan rekor tertinggi baru. Tapi bagi Iman, yang tak kalah penting adalah menjaga kualitas pasar.
Dia punya pandangan yang jelas tentang hal ini.
Seleksi terhadap calon emiten, menurutnya, harus ketat. Itu adalah bentuk perlindungan fundamental bagi investor ritel. Dia aktif mendorong perusahaan-perusahaan berkualitas untuk masuk ke pasar modal Indonesia, sembari menjaga agar standar tak goyah.
Kini, dengan pengunduran dirinya yang mendadak, babak kepemimpinan Iman di BEI pun berakhir sebelum waktunya. Pasar menunggu, apa langkah selanjutnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Pacu Demutualisasi BEI dan Naikkan Free Float, Respons Tekanan Global
IHSG Melesat 1,18%, Sentimen Positif Warnai Perdagangan Pagi
Mundurnya Dirut BEI Disambut Positif, Menkeu: Momen Serok Saham
2026: Titik Balik Laba Perbankan Nasional, Tapi Jalan Masih Berliku