Pelat Besi JPO Sahabat Raib, Warga Waswas Melangkah

- Selasa, 27 Januari 2026 | 12:45 WIB
Pelat Besi JPO Sahabat Raib, Warga Waswas Melangkah

Kejadian pencurian pelat besi di jembatan penyeberangan orang (JPO) ternyata belum berhenti. Kali ini, giliran JPO Sahabat di Jalan Daan Mogot, Kembangan, Jakarta Barat, yang jadi korban. Lagi-lagi, material penting itu raib entah ke mana.

Laporan hilangnya pelat besi itu masuk pada Sabtu, 24 Januari 2026. Dari salah satu ujung lantai jembatan, satu lembar pelat berukuran 1x2 meter sudah lenyap. Nggak cuma itu, tiga pelat lain dari bagian anak tangga juga ikut menghilang. Kalau dilihat di lokasi, baut-baut bekas copotan berserakan di sekitar lantai yang kini bolong.

Kondisi itu bikin warga yang mau menyeberang jadi waswas. Mereka harus ekstra hati-hati melangkah, khawatir terperosok atau celaka karena lantai yang terbuka.

Merespon kejadian ini, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah angkat bicara. Dia menekankan bahwa menjaga fasilitas umum seperti JPO bukan cuma tugas pemerintah.

"Sekali lagi saya sampaikan, kerja sama ini harus bersama-sama dan bersinergi. Pemerintah tidak bisa sendiri," ujar Iin, Selasa (27/1/2026).

Menurutnya, fasilitas umum adalah aset negara yang dipakai oleh banyak orang. Jadi, sudah seharusnya semua pihak ikut menjaga.

"Kalau ada aset negara, fasilitas umum, apalagi sampai dicuri, tentu ini menjadi keprihatinan buat kita semua," tambahnya.

Iin berharap pengawasan dimulai dari tingkat paling dasar di masyarakat. Dia menyebut peran RT, RW, dan organisasi warga seperti Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM sangat krusial.

"Harapannya, dari lingkup masyarakat, RT, RW, FKDM, kemudian juga unsur Muspika, yuk sama-sama kita awasi bersama supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi," pungkasnya.

Soal pencurian di JPO Sahabat, Iin memastikan bahwa kasusnya sedang ditangani. Dinas Bina Marga sudah diberi tugas untuk menindaklanjuti.

Memang, kasus seperti ini bukan yang pertama. Tapi, kalau dibiarkan terus, ya bahaya. Jembatan yang seharusnya jadi solusi malah berubah jadi sumber masalah.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar