Iman Rachman memutuskan mundur dari kursi puncak PT Bursa Efek Indonesia. Pengunduran diri Direktur Utama BEI itu cukup mengejutkan, datang di tengah gejolak pasar yang dipicu oleh pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Pasar sempat benar-benar bergetar. Pada akhir Januari 2026 lalu, IHSG anjlok 8 persen dalam dua hari. Kejatuhan itu memaksa bursa menghentikan perdagangan trading halt selama sebulan penuh. Suasana saat itu bisa dibilang mencekam.
Namun begitu, angin mulai berbalik. Indeks rebound setelah OJK dan lembaga self-regulatory bereaksi cepat, memenuhi tuntutan MSCI soal transparansi kepemilikan saham. Sebelumnya, raksasa keuangan global itu mengancam akan mendepak saham Indonesia dari indeksnya, bahkan menurunkan status Indonesia dari pasar berkembang menjadi pasar frontier.
Lantas, siapa sebenarnya Iman Rachman?
Pria asal Padang Pariaman ini diangkat menjadi Dirut BEI pada RUPST Juni 2022, untuk masa jabatan empat tahun. Dia mengambil alih dari Inarno Djayadi, yang kini berpindah ke OJK. Latar belakang Iman di dunia pasar modal sudah tak diragukan lagi.
Karirnya dimulai dari Danareksa Sekuritas pada 1998. Lalu, dia menghabiskan waktu lebih dari satu dekade di Mandiri Sekuritas, tepatnya sebagai Direktur Investment Banking. Setelah itu, dunia BUMN menyapanya. Iman sempat memegang tampuk di Pelindo III dan Perusahaan Pengelola Aset, sebelum akhirnya menjabat Direktur Strategi Pertamina.
Artikel Terkait
Pemerintah Pacu Demutualisasi BEI dan Naikkan Free Float, Respons Tekanan Global
IHSG Melesat 1,18%, Sentimen Positif Warnai Perdagangan Pagi
Mundurnya Dirut BEI Disambut Positif, Menkeu: Momen Serok Saham
2026: Titik Balik Laba Perbankan Nasional, Tapi Jalan Masih Berliku