Burhanuddin Abdullah: Pertumbuhan 8 Persen Hanya Mimpi Tanpa Reformasi Struktural

- Jumat, 30 Januari 2026 | 07:18 WIB
Burhanuddin Abdullah: Pertumbuhan 8 Persen Hanya Mimpi Tanpa Reformasi Struktural

Alhasil, di tengah ketidakpastian global, pelaku usaha lebih memilih bermain aman. Mereka mempertahankan model bisnis yang ada daripada melakukan transformasi yang berisiko.

Lalu, bagaimana caranya keluar dari jebakan ini? Burhanuddin menegaskan, kuncinya ada pada reformasi struktural yang digerakkan oleh sebuah ‘gaya luar’ yang kuat. Tanpa dorongan itu, kita akan terus terjebak dalam pola lama.

Pertama dan utama, penegakan hukum harus jadi fondasi. Pemberantasan korupsi dan penindakan tegas terhadap penyalahgunaan wewenang mutlak diperlukan untuk menciptakan efisiensi.

Selain itu, institusi pasar perlu diperkuat. Kebijakan harus diarahkan ulang untuk mendongkrak produktivitas, misalnya lewat peningkatan keterampilan buruh, adopsi teknologi, dan perbaikan kapasitas manajerial.

“Kepercayaan terhadap institusi adalah modal utama,” katanya menekankan.

Tanpa kredibilitas kelembagaan, sulit mengharapkan gelombang investasi dan inovasi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tinggi.

Sebenarnya, agenda reformasi ini sudah ada di dalam rancangan kebijakan pemerintah. Tantangannya sekarang adalah eksekusi. Butuh konsistensi, fokus, dan implementasi yang kredibel. Stabilitas yang sudah susah payah dibangun harus jadi landasan pacu, bukan justru jadi pagar pembatas yang membuat kita tidak bisa berlari kencang.


Halaman:

Komentar