"Tapi peningkatan tajam dalam pengeluaran infrastruktur AI tampaknya membuat pasar panik. Saham-saham perangkat lunak paling terpukul oleh aksi jual, dengan kelompok saham yang lebih besar turun hampir 10 persen," ujarnya.
Jadi, meski kinerjanya bagus, rencana belanja besar-besaran Microsoft untuk AI justru membuat investor ciut nyali. Aksi jual pun merembet ke sektor perangkat lunak secara keseluruhan dan membebani sentimen pasar.
Di sisi lain, ada juga kabar baik yang datang dari Meta. Saham perusahaan induk Facebook dan Instagram itu melonjak. Pasalnya, Meta memberikan proyeksi pendapatan kuartal pertama yang lebih optimis dari yang diperkirakan pasar. Mereka bahkan berencana menaikkan anggaran pengeluaran tahun ini secara signifikan, hingga USD 135 miliar, untuk mendanai ambisi besar di bidang kecerdasan buatan. Angka itu hampir dua kali lipat dari total tahun lalu.
Saat ini, perhatian pelaku pasar beralih ke laporan-laporan pendapatan perusahaan besar lainnya. Apple, misalnya, dijadwalkan mengumumkan kinerjanya setelah pasar tutup. Sementara itu, di tengah gejolak saham teknologi, harga emas justru mendekati level USD 5.600 per ons, menandai adanya aliran dana ke aset yang dianggap aman.
Artikel Terkait
DSSA Pecah Saham, Harga Rp94 Ribu Bakal Ditekan ke Rp3.750
DSSA Pecah Saham Demi Tarik Investor Ritel, Harga Bakal Terjun ke Rp3.750
DSSA Siap Pecah Saham, Harga Rp94 Ribu Bakal Terjun ke Rp3.750
Direktur Utama BEI Lengser Usai Trading Halt Dua Hari Berturut-turut