Kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, masih terus bergulir. Polda Metro Jaya kini memberikan sejumlah perkembangan terbaru soal penyelidikan mereka.
Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Kamis malam, 12 Maret lalu. Sekitar pukul 23.30 WIB, di kawasan Salemba, Senen, Jakarta Pusat. Dari rekaman CCTV yang beredar, terlihat dua pria berboncengan motor melintas di lokasi. Diduga, merekalah pelakunya. Nah, berikut ini beberapa poin penting yang diungkap polisi.
Penyelidikan Ilmiah Jadi Andalan
Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, menegaskan penyelidikan kasus ini terus digenjot. Yang menarik, polisi mengaku memakai pendekatan ilmiah untuk mengungkap fakta-fakta di lapangan.
"Sejak awal informasi diterima, jajaran Polda Metro Jaya dan Mabes Polri sudah bergerak. Langkah-langkah kepolisian kami lakukan dengan menggunakan scientific crime investigation," kata Asep.
Dia membeberkan, penyelidikan ilmiah itu mencakup banyak hal. Mulai dari memeriksa kondisi korban, menghimpun keterangan saksi, mengolah TKP, membuat visum, sampai mengumpulkan alat bukti pendukung lainnya. Semua tahapan ini, klaimnya, bertujuan agar peristiwa bisa diungkap secara objektif. Hanya berdasarkan fakta dan bukti yang sah.
Untuk menangani kasus yang cukup menyita perhatian publik ini, dibentuk tim gabungan. Mereka berasal dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
"Komitmen kami jelas: profesional, transparan, dan akuntabel. Kasus ini harus tuntas," tegas Asep.
Langkah-langkah itu, sambungnya, juga sejalan dengan arahan Presiden dan instruksi Kapolri. Intinya, prosesnya harus berjalan hati-hati dan terukur.
"Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian. Setiap informasi yang sampai ke masyarakat harus terverifikasi dulu. Tujuannya, ya biar tidak memicu spekulasi atau salah paham," tambahnya.
Prinsip Hati-hati Ditekankan
Di sisi lain, Irjen Asep kembali menekankan soal transparansi dan kehati-hatian. Pengungkapan kasus ini, menurutnya, tidak boleh gegabah.
"Dalam pelaksanaannya, prinsip kehati-hatian kami utamakan. Verifikasi informasi itu kunci, agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat," ujar Asep mengulang poin pentingnya.
Dia menyebut arahan dari Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo cukup jelas: pengusutan harus objektif. Tak ada ruang untuk main-main.
"Sekali lagi kami tegaskan, Polda Metro Jaya berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel," jelasnya menutup pernyataan.
Masyarakat kini tinggal menunggu. Akankah penyelidikan dengan pendekatan ilmiah ini membuahkan hasil yang konkret dan segera mengungkap dalang di balik aksi keji tersebut? Waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi