Suasana di Wall Street Kamis kemarin (29/1) cukup beragam. Mayoritas indeks memang ditutup di zona merah, tapi ada satu yang bertahan. Dow Jones Industrial Average, misalnya, berhasil mengakhiri sesi dengan kenaikan tipis 0,1 persen ke level 49.071,56 poin.
Namun begitu, sentimen positif itu tak cukup kuat. Indeks acuan S&P 500 akhirnya turun 0,2 persen ke 6.963,76 poin. Padahal, di tengah sesi, penurunannya sempat lebih dalam, nyaris 1,5 persen. Nasib serupa dialami Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi. Indeks ini melemah 0,7 persen ke 23.685,12 poin, setelah sebelumnya sempat terpuruk sekitar 2,5 persen.
Lalu, apa yang terjadi? Sorotan utama pasar tertuju pada Microsoft. Saham raksasa teknologi itu ambruk lebih dari 12 persen. Ironisnya, ini terjadi justru setelah mereka melaporkan pendapatan dan laba yang mengalahkan ekspektasi analis.
Andrew Goins, manajer portofolio senior di Orion Advisor Solutions, punya penjelasannya.
Artikel Terkait
DSSA Pecah Saham, Harga Rp94 Ribu Bakal Ditekan ke Rp3.750
DSSA Pecah Saham Demi Tarik Investor Ritel, Harga Bakal Terjun ke Rp3.750
DSSA Siap Pecah Saham, Harga Rp94 Ribu Bakal Terjun ke Rp3.750
Direktur Utama BEI Lengser Usai Trading Halt Dua Hari Berturut-turut