Dua Emas dan Sebuah Kejutan di Bangkok
BANGKOK Ada cerita luar biasa dari lapangan panahan SEA Games 2025 di Thailand. Diananda Choirunisa, atlet panahan putri Indonesia, berhasil menyabet dua medali emas. Yang bikin ceritanya spesial, prestasi di nomor recurve beregu dan individual itu ia raih saat tengah mengandung anak keduanya. Padahal, kondisi fisik atlet hamil biasanya rentan.
Nah, yang lebih mencengangkan lagi, Diananda yang akrab disapa Anis ternyata baru tahu soal kehamilannya itu di pagi hari ia turun final! Jadi, dua minggu usia kandungannya itu ia ketahui tepat sebelum bertanding di Hua Mak Stadium, Bangkok, Rabu lalu.
“Iya Alhamdulillah saya berhasil mendapat dua medali emas, dan ini rezekinya dobel karena saya juga sedang hamil 2 Minggu,” ujar Anis, seperti dikutip dari situs Kemenpora.
“Saya baru tahu pagi tadi, dan merasa mual pagi saja ketika bangun tidur, pas pertandingan justru saya sehat,” tambahnya.
Memang sempat ada rasa mual atau morning sickness. Tapi anehnya, semua itu hilang begitu ia berdiri di lapangan, fokus membidik sasaran untuk Indonesia. Performanya sama sekali tidak terganggu. Malah, ia tampil sempurna.
Dua emas ini jelas terasa istimewa. Buat Diananda, ini adalah rezeki untuk calon buah hatinya. Apalagi, bonus dari pemerintah untuk setiap medali emas tak main-main: Rp1 miliar.
“Ya ini rezekinya anak, dua anak bisa dapat dua medali emas atau 2 miliar,” ucapnya sambil tersenyum usai pertandingan.
Meski sukses di tingkat regional, SEA Games bukanlah tujuan akhirnya. Mimpi besarnya tetap Olimpiade. Namun begitu, kehamilan ini tentu akan mempengaruhi jadwal kompetisinya ke depan.
“Cita-cita saya adalah meraih medali di Olimpiade, SEA Games hanya sasaran antara buat saya,” tegas Diananda.
“Mungkin dengan kehamilan sekarang, saya harus absen dulu di Asian Games 2026. Setelah itu saya akan fokus untuk ke Olimpiade Los Angeles 2028.”
Kisahnya di Bangkok ini lebih dari sekadar kemenangan. Ini tentang dedikasi dan mental baja. Sebuah bukti nyata bahwa semangat pantang menyerah bisa melahirkan sejarah yang tak terlupakan bagi olahraga Indonesia, bahkan di saat yang paling tak terduga.
Artikel Terkait
Konflik Pecah di Ruang Ganti Real Madrid, Valverde Dilarikan ke RS Usai Baku Hantam dengan Tchouameni
Mantan Bek Bayern Niklas Süle Pensiun di Usia 30 Tahun Akibat Rentetan Cedera
PSM Makassar Buktikan Daya Tarik sebagai Rumah Pemain Asing: Yuran dan Victor Luiz Bertahan di Tengah Isu Sanksi FIFA
PSM Makassar Buktikan Diri Masih Jadi Rumah Nyaman bagi Pemain Asing di Tengah Ancaman Sanksi FIFA