Larangan sekolah tatap muka di Israel diperpanjang lagi. Kali ini hingga dua hari ke depan. Kebijakan ini tak lepas dari situasi genting yang masih melanda negara itu, menyusul eskalasi konflik dengan Iran yang belum juga reda.
Menurut laporan Aljazeera hari Senin (16/3/2026), aturan ketat ini tak cuma menyentuh sektor pendidikan. Pertemuan dalam skala besar dan aktivitas kerja di kawasan-kawasan yang dianggap 'rawan' alias yang tak punya akses cepat ke bunker atau ruang aman ikut dilarang. Intinya, pemerintah ingin warganya waspada dan siap menyelamatkan diri kapan saja.
Padahal, niat untuk melonggarkan aturan sempat mengemuka. Beberapa hari sebelumnya, tepatnya Kamis (12/3), The Times of Israel memberitakan bahwa otoritas setempat hampir saja memberi keringanan. Alasannya, intensitas serangan rudal balistik dari Iran terpantau mulai berkurang.
Kala itu, Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel bahkan sudah mengumumkan perubahan status. Skala aktivitas di seluruh negeri rencananya bakal beralih dari "aktivitas penting" menjadi "aktivitas terbatas".
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 3,3 Guncang Blitar Tengah Malam
Polri Terapkan Sistem Satu Arah Nasional untuk Puncak Arus Mudik 18 Maret
Menko Airlangga: Pariwisata Berpotensi Rugi Rp184,8 Miliar per Hari Akibat Konflik Global
Pelabuhan Sungai Selan Padat, Pengelola Tambah Armada untuk Antisipasi Lonjakan Pemudik