Di tengah upaya serius pemerintah mendorong ekonomi hijau, muncul usulan menarik dari Utusan Khusus Presiden, Mari Elka Pangestu. Ia mendorong pembentukan sebuah badan khusus yang fokus menangani Nilai Ekonomi Karbon dan investasi hijau. Menurutnya, langkah ini penting untuk menyatukan arah yang saat ini masih terpecah.
“Pada akhirnya dalam Perpres itu didesentralisasi ke masing-masing sektor,” ujar Mari dalam Prasasti Economic Forum 2026, Kamis lalu.
Ia menjelaskan, untuk menciptakan standar yang kredibel dan proyek investasi yang jelas dampaknya baik mitigasi maupun adaptasi diperlukan peta jalan dari tiap sektor. Tanpa itu, semuanya akan berjalan sendiri-sendiri.
Memang, koordinasi NEK dan dekarbonisasi saat ini berada di bawah Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Cakupannya luas, meliputi Kementerian Lingkungan Hidup, Kehutanan, Pertanian, hingga Kelautan. Namun begitu, Mari merasa itu belum cukup. Peran industri dinilai krusial, begitu pula dengan Kementerian PPN/Bappenas dan Keuangan yang mengatur kebijakan makro.
“Kita berusaha supaya terjadi koordinasi,” tegasnya.
“Model pertumbuhan hijau makro dari Bappenas dan Keuangan harus sinkron dengan model-model sektoral yang ada.”
Artikel Terkait
Emas, Pilar Ketahanan Finansial Keluarga di Tengah Gejolak Ekonomi
Emas Tembus Rp3 Juta, Pedagang Pasar Cikini Ungkap Rahasia Investasi yang Tak Lekang Zaman
IHSG Tergelincir 88 Poin, Sektor Transportasi Jadi Penyelamat di Tengah Banjir Merah
Sarapan Pagi di Kantor Menko Perekonomian, Para Petinggi Bahas Strategi Jaga Stabilitas