Dia membeli saham-saham itu dalam rentang harga Rp1.525 sampai Rp1.580. Kalau dihitung-hitung, Prajogo merogoh kocek dalam-dalam, lebih dari Rp100 miliar, untuk transaksi tunggal ini. Aksi belinya ternyata diikuti rebound yang cukup signifikan. Menjelang penutupan sesi I, harga saham CUAN bangkit dan melonjak 9,3 persen ke posisi Rp1.700.
Dengan pembelian fresh ini, kepemilikan Prajogo di Petrindo melonjak jadi 94,53 miliar saham. Angka itu setara dengan 84,08 persen dari total modal perusahaan. Ini bukan kali pertama dia menambah porsi. Sebelumnya, pada 15 Januari lalu, dia juga membeli, meski jumlahnya lebih kecil: 3,5 juta saham senilai Rp6,5 miliar.
Lantas, kenapa aksi ini menarik perhatian? Soalnya, saham-saham grup Prajogo sedang tertekan berat. Pemicunya adalah pengumuman MSCI soal pembekuan pasar modal Indonesia, yang juga dirilis Rabu lalu. Tekanan itu terasa di banyak emiten miliknya. Lihat saja PT Petrosea Tbk (PTRO), yang hari ini kembali terjun bebas 15 persen ke level Rp6.225.
Di tengah badai itu, aksi akumulasi besar-besaran oleh sang pemilik utama ini seperti memberikan sinyal tersendiri. Apakah ini bentuk kepercayaan diri, atau sekadar strategi averaging belaka? Wallahu a'lam. Yang jelas, pasar selalu punya cerita.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok, Airlangga: Momentum untuk Reformasi Pasar Modal
OJK Siapkan Langkah Konkret Menjawab Pembekuan Saham oleh MSCI
IHSG Anjlok 5,91%, BEI Terpaksa Hentikan Perdagangan Sementara
Tambang Emas Martabe Bakal Dikendalikan BUMN Baru di Bawah Danantara