Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah kerap menyisakan puing dan kerusakan. Tapi kali ini, ada pemandangan lain: gelondongan kayu hanyut terbawa arus deras. Menanggapi hal itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian punya pandangan menarik. Menurutnya, kayu-kayu itu justru bisa dimanfaatkan oleh warga setempat yang terdampak bencana.
“Koordinasi kita dengan Menteri Kehutanan sudah clear,” ujar Tito di Banda Aceh, Sabtu (10/1).
“Kayu-kayu itu dapat dimanfaatkan oleh warga. Itu misalnya untuk membangun rumah, pagar, dan lain-lain, jembatan, silakan.”
Namun begitu, Tito langsung memberi catatan penting. Pemanfaatannya tidak boleh sembarangan. Kayu-kayu tersebut, tegasnya, sama sekali tidak boleh diambil oleh perusahaan komersial untuk kemudian dijual kembali. “Yang nggak boleh adalah kayu itu diambil oleh perusahaan komersial, dan kemudian setelah itu dipakai untuk jualan komersial,” tuturnya. Intinya, kayu itu hanya untuk kepentingan masyarakat langsung, bukan untuk bisnis.
Gagasan Mendagri ini langsung mendapat respons. Alex Indra Lukman, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, menyebut ide itu bagus. Tapi, dia mengingatkan agar pemerintah tidak lupa menyiapkan aturan mainnya.
Artikel Terkait
WNA Diduga Ekshibisionis di Blok M Kabur, Beralasan Cuaca Panas Bikin Gatal
Motor Trail Menembus Medan Ekstrem, Bantuan Sampai ke Pelosok Aceh Tengah
Gelombang Bom Guncang SPBU Thailand Selatan, Empat Orang Terluka
Kemenag Tegaskan Awal Ramadan 2026 Tunggu Sidang Isbat, Bukan Kalender