MURIANETWORK.COM - Kawasan wisata Kota Tua di Jakarta Barat ramai dikunjungi lebih dari 30 ribu wisatawan selama libur Tahun Baru Imlek 2026. Gelombang pengunjung ini memadati kawasan bersejarah itu seiring dengan digelarnya "Jakarta Light Festival" yang menampilkan pertunjukan cahaya dan beragam hiburan budaya.
Rincian Kunjungan Wisatawan
Berdasarkan data yang tercatat, total kunjungan selama dua hari libur mencapai 30.545 orang. Pada hari pertama, Senin (16/2), kawasan tersebut dikunjungi 14.428 wisatawan. Rinciannya adalah 14.224 wisatawan domestik dan 204 wisatawan asing. Keesokan harinya, Selasa (17/2), jumlahnya meningkat menjadi 16.117 pengunjung, dengan komposisi 15.891 wisatawan domestik dan 226 wisatawan asing.
Angka ini menunjukkan animo masyarakat yang tinggi untuk menghabiskan waktu libur di ruang terbuka yang sarat dengan nilai sejarah, sekaligus menikmati acara khusus yang digelar.
Meriahkan Imlek dengan Festival Cahaya
Perayaan Imlek di kawasan itu memang dimeriahkan dengan penyelenggaraan "Jakarta Light Festival" edisi Tahun Baru Imlek. Acara yang berlangsung di Taman Fatahillah, jantung kawasan Kota Tua, tersebut digelar selama dua hari pada 16 dan 17 Februari 2026, mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.
Atraksi utama festival adalah pertunjukan video mapping yang memproyeksikan cerita dan visual menarik pada bangunan-bangunan cagar budaya. Pertunjukan ini dijadwalkan setiap malam pada pukul 19.15 WIB.
Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua Jakarta, Denny Aputra, saat dikonfirmasi menjelaskan jadwal pertunjukan tersebut. "Pertunjukan 'video mapping' digelar pada pukul 19.15 WIB," tuturnya.
Ragam Hiburan Tambahan
Selain video mapping yang menjadi magnet utama, panitia juga menyiapkan beragam hiburan lain untuk menyemarakkan suasana. Pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan barongsai yang khas dengan perayaan Imlek, serta berbagai tarian.
Tidak ketinggalan, hiburan musik juga turut meramaikan acara dengan penampilan dari grup band Hijau Daun dan Mata Band. Kombinasi antara teknologi cahaya, budaya tradisional, dan musik kontemporer ini berhasil menciptakan pengalaman wisata yang unik dan menarik bagi semua kalangan.
Gelaran festival selama dua hari itu pun berhasil menjadi destinasi alternatif yang populer, mengundang puluhan ribu orang untuk merasakan atmosfer Imlek dengan nuansa yang berbeda di tengah bangunan-bangunan kolonial.
Artikel Terkait
Pemerintah Kaji Dugaan Penebangan Hutan Pemicu Banjir Bandang Guci
BRIN: PLTN Modern Punya Standar Keamanan Tinggi, Tapi Tantangan Geografis RI Jadi Kendala
Kumpulan Ucapan Ramadan 2026 untuk Pererat Silaturahmi
AC Milan Hadapi Como di San Siro, Perebutan Zona Liga Champions Makin Sengit