Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia hari ini, Kamis (29/1), ditutup dengan sentimen yang suram. IHSG, barometer utama pasar modal kita, terpangkas 1,06 persen dan berakhir di level 8.232,2. Tak cuma itu, suasana sempat mencekam sejak pagi. Tak lama setelah pembukaan, BEI terpaksa menjalankan trading halt menghentikan sementara seluruh aktivitas jual-beli. Langkah ini jelas bikin deg-degan para investor.
Di tengah tekanan itu, ada sedikit cahaya dari indeks LQ45 yang justre merangkak naik tipis 0,06 persen ke 813,01. Tapi secara keseluruhan, mayoritas saham terjun bebas. Dari ratusan emiten yang diperdagangkan, 521 tercatat melemah. Hanya 214 yang mampu menguat, sementara 73 lainnya diam di tempat.
Transaksi berlangsung cukup sibuk, meski harganya banyak yang jeblok. Volume perdagangan mencapai 98,2 miliar saham dengan frekuensi transaksi hampir 5 juta kali. Nilainya? Mencapai Rp 67,55 triliun. Angka yang besar, tapi sayangnya lebih banyak diwarnai aksi jual.
Tekanan juga terasa di pasar valuta asing. Menurut pantauan Bloomberg, rupiah ikut melemah di akhir sesi. Nilai tukarnya anjlok 33 poin atau sekitar 0,20 persen, menjadi Rp 16.755 per dolar AS.
Artikel Terkait
Emas Tembus Rp3 Juta, Pedagang Pasar Cikini Ungkap Rahasia Investasi yang Tak Lekang Zaman
IHSG Tergelincir 88 Poin, Sektor Transportasi Jadi Penyelamat di Tengah Banjir Merah
Sarapan Pagi di Kantor Menko Perekonomian, Para Petinggi Bahas Strategi Jaga Stabilitas
OJK Targetkan Aturan Demutualisasi BEI Rampung Awal 2026