MURIANETWORK.COM - Menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara memastikan ketersediaan stok minyak goreng dan gula pasir di wilayahnya dalam kondisi aman. Pihak Bulog menyatakan stok yang ada mencukupi untuk kebutuhan selama periode peningkatan konsumsi tersebut, sekaligus mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
Stok Minyak Goreng dan Gula Pasir Dijamin Aman
Kepala Kanwil Bulog Sultra, Benhur Ngkaimi, mengungkapkan bahwa saat ini tersedia sekitar 140 ribu liter minyak goreng di gudang Bulog. Untuk memperkuat cadangan, pasokan tambahan sekitar 400 ribu liter juga sedang dalam perjalanan menuju wilayah Sulawesi Tenggara.
Benhur Ngkaimi menegaskan komitmen lembaganya dalam menjaga kelancaran distribusi. "Stok yang ada dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Idulfitri. Distribusi juga terus kami kawal agar berjalan lancar," jelasnya.
Harga Gula Pasir Dikendalikan
Sementara untuk komoditas gula pasir, stok yang tersedia mencapai kurang lebih 170 ton. Sebagai langkah menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, Bulog menetapkan harga acuan penjualan sebesar Rp17.500 per kilogram. Kebijakan ini merupakan bentuk antisipasi terhadap potensi gejolak harga yang kerap terjadi jelang hari besar keagamaan.
Peran Strategis Bulog dalam Distribusi Nasional
Dalam skema penugasan pemerintah, alokasi minyak goreng yang dikelola Badan Usaha Milik Negara mencapai sekitar 35 persen dari total kebutuhan nasional. Dari porsi tersebut, Bulog bertanggung jawab atas distribusi sekitar 70 persennya, termasuk untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Sulawesi Tenggara. Posisi ini menempatkan Bulog pada peran krusial dalam menjaga ketahanan pangan nasional, terutama di momen-momen penting seperti sekarang.
Pemantauan Intensif dan Koordinasi Terus Dilakukan
Bulog menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi pasokan dan harga di pasar. Koordinasi dengan berbagai pihak terkait juga akan diintensifkan guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga hingga pasca-lebaran. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang tanpa kekhawatiran akan kelangkaan atau lonjakan harga yang tidak wajar.
Artikel Terkait
Pria Lansia Tusuk Mantan Istri di Resepsi Pernikahan Anak Sendiri
Menteri Agama Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026, Momentum Uji Kesediaan Berkorban untuk Keluarga dan Bangsa
Brigjen Yudhi Sulistianto Wahid Resmi Dilantik sebagai Kapolda Bengkulu
9 WNI Dibebaskan dari Tahanan Israel, Seorang Aktivis Ceritakan Insiden Ditembak Peluru Karet