Washington DC – Isu kebebasan pers kembali memanas di kancah politik Amerika. Kali ini, percikan apinya justru berasal dari internal Partai Republik sendiri.
Brendan Carr, Ketua Komisi Komunikasi Federal (FCC), membuat pernyataan yang mengguncang. Ia mengeluarkan peringatan keras kepada lembaga penyiaran soal pemberitaan konflik Iran. Tak main-main, Carr mengancam akan mencabut lisensi stasiun televisi yang dianggap menyebarkan "berita palsu" atau mendistorsi fakta.
Namun begitu, ancaman itu langsung mendapat bantahan keras. Yang mengejutkan, bantahan itu datang dari rekan separtainya sendiri.
Senator Republik Ron Johnson dengan tegas menyatakan penolakannya. Dalam sebuah wawancara di Fox News, ia menegaskan prinsipnya yang tak tergoyahkan soal kebebasan berbicara.
"Saya pendukung setia Amandemen Pertama," ujar Johnson. "Saya tidak menyukai 'tangan besi' pemerintah, siapa pun yang memegangnya. Saya lebih suka pemerintah federal menjauh dari sektor swasta sebisa mungkin."
Pernyataan Johnson ini jelas sebuah teguran terbuka untuk Carr. Ia seolah mengingatkan bahwa nilai-nilai konstitusional tak boleh dikorbankan.
Artikel Terkait
Anggaran Sewa Mobil Wali Kota Samarinda Rp 160 Juta Per Bulan Jadi Sorotan
Mudik Lebaran 2026, Pelabuhan Tanjung Buton Layani Hampir 3.000 Penumpang Sehari
BEI Libur 5 Hari Berturut-turut Sambut Nyepi dan Idulfitri
Kebijakan WFA Lebaran 2026 Resmi Berlaku, KRL di Bekasi Terasa Sepi