“Dulu saya cuma fokus jualan. Gak ngerti cara ngurus izin atau hitung untung rugi yang bener. Setelah ikut PKU Akbar, jadi lebih paham. Sekarang lebih percaya diri buat kembangkan usaha,” tutur salah satu peserta pemilik usaha Nastar Semanggi (NAGI).
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menegaskan hal serupa. Baginya, pemberdayaan adalah inti dari segala model bisnis mereka.
“Kami yakin, pembiayaan akan jauh lebih berdampak kalau diawali dan ditemani pendampingan yang konsisten. Fokus kami pada perempuan prasejahtera membuat PNM hadir bukan cuma sebagai lembaga pembiayaan. Kami ingin jadi mitra tumbuh masyarakat. Lewat PKU Akbar, nasabah belajar dari ahli, sekaligus dari sesama pelaku usaha yang sudah lebih dulu berkembang. Ekosistem belajar seperti inilah yang bikin mereka siap naik kelas,” jelas Dodot.
Acara semakin meriah dengan talkshow menghadirkan perwakilan dari Bank Indonesia dan OJK. Ada juga bazaar yang memamerkan produk 20 UMKM binaan. Momen ini jadi ruang promosi sekaligus perluasan jaringan yang berharga bagi para nasabah.
Artikel Terkait
Persiapan Mudik Lebaran 2026: Ban Tepat Jadi Kunci Hemat Daya Mobil Listrik
MR.D.I.Y Indonesia (MDIY) Catat Laba Bersih Rp1,1 Triliun dan Usul Dividen 40%
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Beban Bunga Utang Membengkak Capai Rp99,8 Triliun
IHSG Turun 0,37% ke 7.362,12 Didominasi Tekanan Jual