kata Purnomosidi.
Sementara itu, nasib Stasiun Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta Utara agak berbeda. KCI masih menunggu konfirmasi dari Dinas Perhubungan DKI yang sedang menata lalu lintas di sekitarnya. Rencananya, stasiun ini baru beroperasi April 2026.
“Harapannya awal Maret nanti, semua infrastruktur di stasiun JIS sudah terpenuhi. Jadi di Maret itu kami bisa masuk untuk melengkapi kebutuhan pelayanan, seperti sistem tiket dan lain-lain,”
jelasnya.
Lonjakan Penumpang di 2025: Tembus 400 Juta Lebih
Membahas kinerja, sepanjang 2025 ini volume penumpang Commuter Line ternyata meningkat cukup signifikan. Angkanya mencapai 400,9 juta orang, tumbuh sekitar 7% dibanding tahun sebelumnya.
Jabodetabek masih jadi penyumbang terbesar dengan 349,3 juta pengguna. Disusul Area Bandung (18,7 juta), Surabaya (16 juta), Yogyakarta (10,1 juta), Merak (4,46 juta), dan Basoetta (2,35 juta).
Operasionalnya sendiri, KCI menjalankan lebih dari 1.280 perjalanan per hari. Frekuensi tertinggi masih di Jabodetabek, yaitu 1.065 perjalanan.
Ke depan, untuk tahun 2026, KCI memproyeksikan jumlah pengguna akan naik lagi jadi sekitar 406,1 juta orang. Pertumbuhan yang cukup mencolok diperkirakan terjadi di layanan Basoetta (21%) dan KRL Yogyakarta (6%). Tampaknya, layanan kereta komuter ini masih akan terus menjadi andalan.
Artikel Terkait
Emas: Pelindung Nilai yang Tak Lekang oleh Gejolak Ekonomi
PPGL Lepas Kepemilikan di JAYA Senilai Rp44,6 Miliar ke Tangan Pengendali
Kenaikan Tarif Commuter Line Masih Digodok, KCI Tunggu Keputusan Pemerintah
JAST dan MPIX Melonjak 34%, Saham Tekstil ESTI Tersungkur Meski Sempat Diangkat Sentimen BUMN