Bukit Asam Borong Enam Penghargaan Hijau di Indonesia Green Awards 2026

- Senin, 26 Januari 2026 | 14:00 WIB
Bukit Asam Borong Enam Penghargaan Hijau di Indonesia Green Awards 2026

Rabu (21/1) lalu, suasana Hotel Indonesia Kempinski di Jakarta tampak meriah. Di sana, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tampil sebagai salah satu bintang utama dalam ajang Indonesia Green Awards 2026. Perusahaan tambang plat merah ini tak tanggung-tanggung, mereka pulang membawa enam piala penghargaan sekaligus. Sebuah pencapaian yang cukup gemilang.

Acara yang digelar La Tofi School of Social Responsibility ini memang punya reputasi. Mereka memberi apresiasi pada institusi dan korporasi yang dinilai serius menerapkan prinsip ESG lingkungan, sosial, dan tata kelola dengan dampak yang terukur. Nah, bagi PTBA, penghargaan ini bukan sekadar piala. Lebih dari itu, ini adalah pengakuan atas kerja keras mereka selama ini dalam menghadirkan inovasi hijau yang benar-benar menyentuh.

Arsal Ismail, Direktur Utama PTBA, terlihat bangga. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa capaian ini adalah buah dari konsistensi.

“Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi PTBA untuk terus menjaga konsistensi dalam menjalankan komitmen keberlanjutan. Kami meyakini bahwa keberhasilan perusahaan harus sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan, penguatan energi bersih, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas Arsal.

Lalu, penghargaan apa saja yang berhasil diboyong? Rinciannya cukup beragam, menunjukkan bahwa komitmen hijau PTBA dijalankan secara menyeluruh.

Di kategori Penyelamatan Sumber Daya Air, PTBA menang berkat program ECHO. Inisiatif pengelolaan air dengan prinsip sirkular ini dinilai efektif mendorong efisiensi dan pelestarian air di area operasional mereka.

Tak ketinggalan, dari sisi energi, perusahaan juga diakui. Melalui sistem digital untuk pemantauan dan pengendalian energi, PTBA meraih penghargaan di kategori Rekayasa Teknologi Hemat Energi & Energi Terbarukan. Teknologi ini konon mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menekan emisi.

Yang menarik, kontribusi mereka langsung ke masyarakat juga mendapat sorotan. Program pompa irigasi tenaga surya di Desa Karang Raja, misalnya, berhasil menyabet penghargaan di kategori Kemandirian Energi untuk Komunitas. Program sederhana ini ternyata berdampak besar, membantu para petani setempat meningkatkan produktivitas dengan energi yang bersih.

Di sisi lain, upaya pelestarian alam juga tak diabaikan. PTBA mendapat apresiasi untuk kategori Mengembangkan Keanekaragaman Hayati. Programnya? Konservasi Lutung Kelabu yang melibatkan pemberdayaan masyarakat sekitar. Jadi, bukan cuma hewannya yang dilindungi, tapi warga juga diajak berperan aktif.

Dua penghargaan lainnya melengkapi prestasi mereka: satu untuk kategori Mempelopori Pencegahan Polusi lewat inovasi bahan bakar ramah lingkungan (ECOFIRE BA), dan satu lagi untuk kategori Inovasi Sosial & Rekayasa Teknologi Hijau berkat program Eco Agrotation yang menyatukan teknologi hijau dengan pemberdayaan ekonomi lokal.

Dengan segudang penghargaan ini, PTBA semakin mengukuhkan diri. Mereka bukan lagi sekadar perusahaan tambang biasa, tapi pelaku yang adaptif dan inovatif dalam mendukung agenda hijau nasional.

Menutup pembicaraan, Arsal kembali menegaskan niat perusahaan ke depan.

“PTBA akan terus mendorong inovasi hijau dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan sebagai bagian dari transformasi perusahaan menuju pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Melihat komitmen yang dibarengi aksi nyata ini, rasanya penghargaan yang mereka terima memang pantas. Dan ini baru awal.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler