Permintaan resmi baru saja diajukan ke dua badan intelijen paling kuat di Amerika. Pengacara dari almarhum Jeffrey Epstein terpidana kasus kejahatan seks anak meminta CIA dan NSA membuka semua dokumen yang mungkin mengungkap koneksi kliennya dengan dunia intelijen.
Laporan ini pertama kali muncul di The Washington Post pada Senin (9/2) waktu setempat, seperti kemudian dikutip Anadolu Agency keesokan harinya. Intinya, pengacara yang mewakili harta warisan Epstein mendesak kedua lembaga itu untuk mengungkap segalanya.
Mereka ingin tahu apakah ada hubungan operasional, afiliasi, atau bahkan informasi rahasia yang selama ini tersembunyi terkait Epstein.
Kematiannya sendiri masih menyisakan tanda tanya besar. Epstein ditemukan tewas di sel tahanannya di New York, saat menunggu persidangan untuk kasus perdagangan seks anak. Meski dinyatakan bunuh diri, penjelasan resmi itu tak pernah benar-benar meredam spekulasi. Bertahun-tahun kemudian, rumor dan teori konspirasi terus bergulir.
Memang, lingkaran sosial Epstein dipenuhi nama-nama besar: orang super kaya dan para pemilik pengaruh. Itu yang membuat kasusnya begitu sensitif, menyentuh ranah politik global. Bahkan, semasa hidupnya, sempat beredar dugaan bahwa dia pernah menjadi mata-mata Israel atau mungkin punya kaitan dengan intelijen AS.
Nah, permintaan pengacaranya ini bersandar pada Undang-undang Kebebasan Informasi (FOIA). Tujuannya jelas: mengais dokumen, baik yang rahasia maupun tidak, yang bisa menjawab apakah Epstein punya hubungan resmi atau terselubung dengan CIA dan NSA.
Pada akhirnya, langkah hukum ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah upaya untuk menyibak satu lapisan lagi dari misteri yang menyelimuti kehidupan dan kematian Jeffrey Epstein.
Artikel Terkait
Pendampingan Jadi Tantangan Utama Kelulusan Mahasiswa Asal Daerah 3T
Pemprov Jabar Copot Mural Ridwan Kamil, Ganti Slogan Jabar Juara
NU di Persimpangan Jalan: Tantangan Politik, Digital, dan Ekonomi di Abad Kedua
Wuling Luncurkan New Air ev, Solusi Mobil Listrik Entry Level untuk Mobilitas Harian