Yang menarik, kontribusi mereka langsung ke masyarakat juga mendapat sorotan. Program pompa irigasi tenaga surya di Desa Karang Raja, misalnya, berhasil menyabet penghargaan di kategori Kemandirian Energi untuk Komunitas. Program sederhana ini ternyata berdampak besar, membantu para petani setempat meningkatkan produktivitas dengan energi yang bersih.
Di sisi lain, upaya pelestarian alam juga tak diabaikan. PTBA mendapat apresiasi untuk kategori Mengembangkan Keanekaragaman Hayati. Programnya? Konservasi Lutung Kelabu yang melibatkan pemberdayaan masyarakat sekitar. Jadi, bukan cuma hewannya yang dilindungi, tapi warga juga diajak berperan aktif.
Dua penghargaan lainnya melengkapi prestasi mereka: satu untuk kategori Mempelopori Pencegahan Polusi lewat inovasi bahan bakar ramah lingkungan (ECOFIRE BA), dan satu lagi untuk kategori Inovasi Sosial & Rekayasa Teknologi Hijau berkat program Eco Agrotation yang menyatukan teknologi hijau dengan pemberdayaan ekonomi lokal.
Dengan segudang penghargaan ini, PTBA semakin mengukuhkan diri. Mereka bukan lagi sekadar perusahaan tambang biasa, tapi pelaku yang adaptif dan inovatif dalam mendukung agenda hijau nasional.
Menutup pembicaraan, Arsal kembali menegaskan niat perusahaan ke depan.
“PTBA akan terus mendorong inovasi hijau dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan sebagai bagian dari transformasi perusahaan menuju pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Melihat komitmen yang dibarengi aksi nyata ini, rasanya penghargaan yang mereka terima memang pantas. Dan ini baru awal.
Artikel Terkait
KEK Dijadikan Katalis, IBC Pacu Manufaktur Indonesia di Forum Ekonomi 2026
IHSG Menguat Tipis di Tengah Aksi Jual yang Mendominasi
Rupiah Merangkak Naik di Tengah Gejolak Global dan Isu Pergantian Pimpinan The Fed
Dicky Kartikoyono Gagas Fondasi Digital untuk Pacu Ekonomi 8 Persen