Lalu, raksasa perbankan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masuk dalam daftar. Meski frekuensinya 'hanya' 312 ribu kali, nilai transaksinya besar: Rp8,01 triliun.
Properti ikut meramaikan. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dari keluarga Riady diburu 281 ribu kali, dengan nilai Rp1,43 triliun.
Selanjutnya, dua saham milik Happy Hapsoro berhasil masuk. PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) ada di posisi ketujuh, dengan frekuensi 266 ribu kali dan nilai Rp1,54 triliun.
Sedangkan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) mencatatkan 264 ribu kali perdagangan. Nilainya bahkan lebih gede, mencapai Rp3 triliun.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga tak ketinggalan. Saham BUMN ini diperdagangkan 261 ribu kali, bernilai total Rp4,43 triliun.
Terakhir, ada PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Saham ini mencatat 248 ribu kali transaksi dengan nilai Rp3,61 triliun, menutup daftar sepuluh besar pekan itu.
Begitulah cuplikan aktivitas bursa di penghujung Januari. Meski indeks tertekan, antusiasme pada saham-saham tertentu ternyata tetap tinggi.
Artikel Terkait
Emas Tembus USD 5.000, Investor Berlarian ke Safe Haven
Saham AIMS dan GRPM Kembali Menggelinding, Satu Diantaranya Masuk Papan Khusus
Thomas Djiwandono Hadapi Uji Kelayakan, Calon Deputi Gubernur BI dari Keluarga Elite
Intel Tersungkur, Wall Street Berakhir dengan Catatan Terbelah