Meski hari Jumat kemarin suram, secara keseluruhan pekan ini pasar masih catat kenaikan, lho. Ini sudah minggu ketiga berturut-turut harga naik, dengan penguatan lebih dari 2,53 persen. Lumayan, kan?
Kenaikan mingguan ini didorong oleh ekspektasi permintaan yang bakal melonjak. Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek dan Ramadan di bulan Februari nanti, permintaan biasanya memang meningkat. Situasi ini diperketat lagi dengan pasokan jangka pendek yang makin menipis.
Faktor musiman bikin produksi pada Januari ini diperkirakan turun drastis, sampai 15-17 persen. Nah, di saat yang sama, permintaan justru naik. Survei pengapalan menunjukkan, ekspor pada periode 1-20 Januari melonjak 8,6 hingga 11,4 persen dibanding bulan sebelumnya. Ini jelas sinyal bagus.
Tapi jangan senang dulu. Ada bayangan panjang yang mengkhawatirkan, yaitu soal pasokan ke depannya. Indonesia sebagai produsen utama mulai memperketat pengawasan terhadap eksploitasi hutan. Kebijakan ini berpotensi mempengaruhi pasokan global dalam jangka panjang.
Lantas, prospek ke depan gimana? Malaysian Palm Oil Council (MPOC) memprediksi harga minyak sawit pada Februari akan bergerak dalam kisaran yang cukup luas, antara 4.000 sampai 4.300 ringgit per ton. Pasar tampaknya masih akan bergejolak, dipengaruhi oleh tarik-ulur antara permintaan yang kuat dan kekhawatiran akan pasokan.
Artikel Terkait
Vietnam Pacu Ekonomi Dua Digit di Bawah Kepemimpinan Baru To Lam
Eka Hospital Buka Cabang Premium di MT Haryono, Lengkapi dengan Robot Bedah Canggih
Hans Kwee Sebut IHSG Siap Tembus 10.000, Didorong Kekuatan Investor Domestik
Operasi Penyelundupan Timah Berakhir, Harga Global Melonjak Gila-gilaan