Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu benar-benar ditarik ke bawah oleh tekanan jual yang masif. Bukan sembarang saham, melainkan saham-saham besar yang biasanya jadi andalan khususnya dari sektor energi dan tambang yang justru menjadi beban terberat.
Lihat saja daftar top laggards. Nama-nama seperti Petrosea (PTRO), Bumi Resources (BUMI), United Tractors (UNTR), dan Amman Mineral (AMMN) tercatat memberi kontribusi negatif yang signifikan terhadap indeks. Tekanan jual ini begitu kuat, menggerus kepercayaan pasar.
Di sisi lain, tekanan terbesar justru datang dari raksasa perbankan. Saham BBCA dari Grup Djarum tercatat sebagai penekan nomor satu, menyumbang penurunan sekitar 40 poin lebih setelah harganya terjun bebas 5,26 persen ke level Rp7.650 per unit.
Namun begitu, sorotan juga tertuju pada Amman Mineral. Saham AMMN anjlok lebih dari 10 persen, menggerus IHSG sekitar 25 poin. Tak kalah dramatis, PTRO yang merosot hampir 29 persen sepekan, menyumbang penurunan 23,2 poin. DSSA pun ikut ambles, menekan indeks sekitar 23 poin.
Rasanya, sektor komoditas benar-benar lesu. BUMI menyumbang 12,98 poin penurunan, disusul UNTR 11,13 poin, dan BRPT 13,77 poin. Tekanan ternyata tidak hanya terjadi di sektor tradisional itu. Saham teknologi seperti GOTO dan energi terbarukan BREN juga ikut terpuruk, masing-masing menekan IHSG sekitar 15,79 dan 14,81 poin. Ini menunjukkan pelemahan yang cukup luas.
Kalau dijumlahkan, sepuluh saham laggard itu saja sudah menyumbang penurunan hampir 191 poin terhadap IHSG. Angka itu cukup menjelaskan mengapa indeks terasa begitu berat, meski pelemahan tidak terjadi secara merata di semua papan.
Artikel Terkait
Vietnam Pacu Ekonomi Dua Digit di Bawah Kepemimpinan Baru To Lam
Eka Hospital Buka Cabang Premium di MT Haryono, Lengkapi dengan Robot Bedah Canggih
Hans Kwee Sebut IHSG Siap Tembus 10.000, Didorong Kekuatan Investor Domestik
Operasi Penyelundupan Timah Berakhir, Harga Global Melonjak Gila-gilaan