Di tengah volatilitas ini, ada juga sisi optimis yang bertahan. Sejumlah investor tampaknya masih percaya bahwa fundamental ekonomi AS secara keseluruhan tetap kokoh, meski ada gangguan dari geopolitik.
Jason Blackwell, kepala strategi investasi di Focus Partners Wealth, mengungkapkan perasaan campur aduk ini.
“Dari sudut pandang investor, kami cukup nyaman dengan posisi saat ini. Volatilitas memang diperkirakan terjadi, apalagi menyambut pemilu paruh waktu nanti. Tapi pendapatan perusahaan masih kuat, ekonomi juga berjalan baik,” katanya.
“Kami merasa cukup baik, tapi tetap waspada. Bisa saja ada perubahan signifikan di sisa tahun ini,” tambah Blackwell.
Nah, ujian sesungguhnya akan datang pekan depan. Laporan pendapatan dari para raksasa teknologi Apple, Tesla, Microsoft yang dijuluki “Magnificent Seven” itu akan menjadi penanda arah pasar. Mereka inilah yang akan membuktikan apakah hype AI sudah berbuah rupiah.
Pada Jumat kemarin, sebagian besar saham raksasa itu justru menguat. Microsoft, Meta, dan Amazon naik antara 1,7% hingga 3,3%. Nvidia juga naik 1,5% setelah ada kabar bahwa perusahaan teknologi China seperti Alibaba dan Tencent diizinkan mempersiapkan pesanan untuk chip AI terbarunya.
Di sektor lain, indeks material dan energi menjadi penyelamat. Sektor energi bahkan mencatat rekor penutupan tertinggi ketiga kalinya berturut-turut. Sepanjang tahun 2026 ini, indeks energi sudah melesat lebih dari 10% menjadi yang terbaik kinerjanya.
Jadi, pekan depan kita lihat saja. Apakah laporan-laporan perusahaan itu akan meredakan ketegangan, atau justru menambah daftar kekhawatiran investor.
Artikel Terkait
IHSG Tumbang, Tapi 10 Saham Ini Justru Melonjak hingga Lebih dari 100%
Emas Tembus USD 4.987, Hampir Pecahkan Rekor Tertinggi Setahun
MNC Sekuritas Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di Ajang SDM Digital
Tragedi di PLTU Sukabangun: Audit Ketat dan Janji Hukum untuk Akhiri Duka