Wall Street menutup pekan dengan suasana campur aduk. Dow Jones merosot, sementara S&P dan Nasdaq coba bertahan di zona hijau tipis. Pekan ini memang penuh gejolak, dan sentimen suram dari raksasa chip Intel jadi salah satu pemicu tekanan.
Sebenarnya, pasar sempat bernapas lega dalam dua sesi sebelumnya. Aksi jual tajam pada Selasa lalu, yang dipicu ancaman tarif Presiden Trump ke sekutu Eropa terkait klaim Greenland, mulai mereda. Namun, pemulihan itu tak bertahan lama.
Pada penutupan Jumat (23/1), Dow Jones anjlok 285,3 poin ke level 49.098,71. Sementara itu, S&P 500 nyaris stagnan, hanya naik 2,26 poin. Nasdaq berhasil naik 65 poin, tapi itu tak cukup untuk menyelamatkan catatan pekanan. Secara mingguan, ketiga indeks utama itu tetap tercatat negatif.
Penyebab utama suasana muram itu datang dari Intel. Saham produsen chip itu terjun bebas 17% setelah perusahaan membeberkan prospek yang mengecewakan. Mereka memperkirakan pendapatan dan laba di bawah ekspektasi pasar. Rupanya, Intel kesulitan memenuhi pesanan chip server untuk pusat data AI sebuah pukulan di momen ketika permintaan justru sedang meledak.
Kejadian ini menyoroti sebuah titik kritis. Tahun 2026 ini, di mata banyak pelaku pasar, menjadi tahun pembuktian. Antusiasme luar biasa terhadap kecerdasan buatan dan belanja modal besar-besaran untuknya, akhirnya harus terlihat dampaknya di laporan keuangan perusahaan. Valuasi yang masih tinggi di sektor teknologi menuntut hasil yang nyata.
Julian McManus, manajer portofolio di Janus Henderson, punya pandangan menarik. Ia melihat laporan pendapatan TSMC pekan lalu, yang cukup solid, bisa jadi pertanda baik untuk sektor semikonduktor secara keseluruhan.
“Kita sekarang masuk fase ‘buktikan’. Perusahaan harus menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang riil untuk membenarkan harga sahamnya,” ujarnya.
“Ini akan memisahkan mana yang benar-benar kuat dan mana yang tidak. Dan secara pribadi, saya tidak melihat Intel berada di pihak yang unggul.”
Artikel Terkait
IHSG Tumbang, Tapi 10 Saham Ini Justru Melonjak hingga Lebih dari 100%
Emas Tembus USD 4.987, Hampir Pecahkan Rekor Tertinggi Setahun
MNC Sekuritas Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di Ajang SDM Digital
Tragedi di PLTU Sukabangun: Audit Ketat dan Janji Hukum untuk Akhiri Duka