Polri Rancang Sekolah Khusus untuk Cetak Pemimpin Masa Depan Indonesia

- Rabu, 26 November 2025 | 16:55 WIB
Polri Rancang Sekolah Khusus untuk Cetak Pemimpin Masa Depan Indonesia

Brigjen Pol. Budhi Herdi Susianto dari Karowatpres SSDM Polri punya harapan besar untuk SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Sekolah ini dirancang khusus untuk mencetak calon-calon pemimpin masa depan Indonesia.

"SMA Kemala Taruna Bhayangkara ini memang kita rancang sebagai leadership incubator," ujarnya dalam program detikSore, Rabu (26/11/2025).

"Artinya, target kita jelas: melahirkan pemimpin-pemimpin di masa yang akan datang."

Memang, soal akademik tidak boleh diabaikan. Tapi menurut Budhi, ada hal yang tak kalah penting: pembentukan karakter. Itulah mengapa di sekolah ini, keseimbangan antara pikiran, tubuh, dan jiwa menjadi fondasi utamanya.

"Selain pintar, fisik harus kuat. Karakter pun harus kokoh," tegasnya.

Di sisi lain, nilai-nilai kebhayangkaraan juga akan ditanamkan sedini mungkin. Para siswa diharapkan tak hanya siap bersaing di kancah global, tapi juga tetap mencintai tanah airnya.

"Dua belas nilai kebhayangkaraan ini kita tanamkan kepada siswa," jelas Budhi.

"Harapannya, meski nanti mungkin kuliah di universitas top dunia, mereka akan ingat untuk pulang dan membangun Indonesia. Ini sesuai harapan Bapak Presiden: berani bersaing secara global, tapi tak melupakan jati diri sebagai anak bangsa."

Sementara itu, dari sisi penerimaan siswa, tahun ini adalah tahun kedua bagi SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Brigjen Pol Erthel Stephan, Karo Dalpers SSDM Polri, mengungkapkan bahwa tahun lalu sekolah ini menerima 120 siswa dari proses seleksi yang ketat.

"Tahun pertama kita seleksi dari 1.756 pendaftar. Mereka yang lolos dapat beasiswa penuh dan tinggal di asrama," kata Erthel.

Untuk angkatan baru, pendaftaran sudah dibuka sejak 28 Oktober lalu. Kesempatan ini akan ditutup pada 30 November mendatang.

"Kita buka pendaftaran selama satu bulan penuh, mulai hari Sumpah Pemuda. Mudah-mudahan di tanggal 30 November nanti kita sudah bisa menutup pendaftaran," tutupnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar