Polisi Palopo Ubah Motor Pribadi Jadi Penjemput Sampah di Gang Sempit

- Selasa, 02 Desember 2025 | 11:35 WIB
Polisi Palopo Ubah Motor Pribadi Jadi Penjemput Sampah di Gang Sempit
Inisiatif Motor Sampah di Palopo

Gang-gang sempit di Palopo, Sulawesi Selatan, seringkali luput dari jangkauan mobil pengangkut sampah. Persoalan klasik ini akhirnya menemukan solusi yang tak biasa, berkat inisiatif seorang anggota polisi. Aiptu Ruslan, Bhabinkamtibmas Polsek Wara, memutuskan untuk turun tangan langsung.

Ia menghadirkan sebuah motor yang dimodifikasi khusus untuk mengangkut sampah. Motor itu dibelinya dengan uang pribadi. Ide ini muncul bukan tiba-tiba, melainkan setelah ia mendengar keluhan warga secara langsung.

"Saya mengumpulkan masyarakat per RW untuk mendengarkan keluhan mereka. Dan hampir di semua pertemuan, masalah sampah selalu mengemuka," ujar Ruslan dalam sebuah perbincangan.

Memang, pemerintah kota sudah menyediakan armada. Namun begitu, kendaraan besar itu kesulitan masuk ke lorong-lorong kecil yang menjadi ciri kawasan tersebut. "Armada besar tidak bisa masuk," katanya. "Makanya saya cari solusi dengan motor sampah ini."

Kerja sama dengan pengurus RT dan RW pun dijalin. Ruslan mengatur jadwal pengangkutan pada malam hari, agar tidak bentrok dengan tugas pokoknya sebagai polisi. "Wilayah saya ada enam RW. Saya atur waktunya, lalu berkoordinasi dengan ketua RT dan RW," jelasnya.

Respons warga ternyata sangat positif. Mereka merasa terbantu. Di sisi lain, Ruslan tak hanya sekadar mengangkut. Ia juga menyelipkan edukasi tentang hidup bersih. Ia mengajak warga memisahkan sampah dan menyiapkannya di depan rumah pada waktu yang telah ditentukan.

"Alhamdulillah, masyarakat berterima kasih. Saya ajarkan pola hidup bersih dengan memisahkan sampah. Nanti, saya bersama ketua RW dan RT yang mengambil dari wadah yang sudah disiapkan."

Sampah yang terkumpul kemudian dibawa ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Dari sana, petugas dari dinas lingkungan hidup yang akan mengangkutnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Ruslan mengakui, sebenarnya ada potensi kerja sama dengan bank sampah. Hanya saja, untuk saat ini belum sempat terealisasi.

"Pengelolaan masih lewat TPS dulu. Sampah yang tidak terpakai kami bawa ke TPS, lalu armada dinas yang mengangkutnya lebih lanjut," pungkasnya.

Inisiatif sederhana ini menunjukkan, solusi atas masalah lingkungan seringkali dimulai dari langkah-langkah kecil yang langsung menyentuh kebutuhan warga. Dan kadang, datang dari tempat yang tak terduga.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar