Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali bersiap melakukan gebrakan. Kali ini, perombakan besar-besaran akan menyasar pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Langkah tegas ini bukan wacana belaka.
Rencananya diungkap langsung oleh Purbaya saat melantik sejumlah pejabat baru di Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara, Kamis (22/1). Latar belakangnya jelas: mengganti pegawai-pegawai yang tersangkut kasus dugaan korupsi gratifikasi. Tampaknya, ini baru permulaan.
"Kita ambil langkah-langkah strategis sampai ke level Kanwil, kita mutasikan," tegas Purbaya.
Dia melanjutkan, aksi ini sekaligus jadi peringatan keras. Bukan cuma untuk jajaran pajak, tapi juga Bea Cukai dan pegawai Kemenkeu lainnya.
Menurutnya, kebijakan mutasi ini tak akan berhenti di titik ini. Dalam satu hingga dua bulan ke depan, gelombang perombakan justru akan lebih besar dan lebih "ramai". Purbaya tampak serius.
Di sisi lain, langkah ini bukan semata karena ada temuan penyelewengan baru. Ada alasan lain yang lebih mendasar.
"Tapi kita lihat ada beberapa kerjaan yang tidak dikerjakan sebagaimana seharusnya," imbuhnya, menyiratkan soal kinerja yang mengecewakan.
Purbaya menegaskan, sanksi tegas menanti bagi yang terbukti menyalahgunakan wewenang. Bentuknya bisa beragam, mulai dari mutasi ke daerah terpencil yang jauh dari pusat keramaian, sampai pencopotan jabatan. Semua tergantung beratnya pelanggaran.
Artikel Terkait
IHSG Tergelincir dari Level 9.000, Saham-Saham Ini Justru Melonjak Tajam
Industri Tapioka Terkapar: Kapasitas Pabrik Menganggur, Impor Masih Mengalir
Saham DAAZ Melonjak 21%, Siapa Dalang di Balik Raksasa Komoditas Ini?
Kredit Melonjak di Akhir 2025, Sektor Riil Jadi Penggerak Utama