Dua saham yang sempat dijagokan masuk ke indeks global MSCI dalam rebalancing Februari mendatang justru kehilangan tenaga. Pergerakannya belakangan ini cukup lesu, dan analis punya beberapa catatan penting soal hal itu.
Kita bicara soal Bumi Resources (BUMI) dari kubu Bakrie-Salim dan Petrosea (PTRO) yang berada di bawah bendera Grup Barito milik Prajogo Pangestu. Keduanya sempat disebut-sebut sebagai kandidat kuat.
Tapi lihatlah fakta di pasar. Saham BUMI stagnan di Rp386 per unit pada Kamis (22/1) siang, setelah sehari sebelumnya anjlok 6,76%. Secara mingguan, pelemahannya mencapai hampir 6%. Nasib serupa menimpa PTRO. Sahamnya tergelincir 6,67% ke level Rp11.550, melanjutkan tren merah selama empat hari berturut-turut. Dalam sepekan, PTRO sudah terpangkas lebih dari 10%.
Menurut pengamat pasar modal Michael Yeoh, tekanan yang terjadi ini nggak cuma soal teknikal belaka. Ada sentimen lain yang mengganggu.
Begitu penjelasan Michael, Kamis lalu. Faktor ini, katanya, bisa jadi angin tambahan yang mempengaruhi dinamika harga.
Namun begitu, dia juga melihat sisi lain. Level teknikal kedua saham ini dinilainya masih cukup solid.
Ujar Michael.
Di sisi lain, analis dari BRI Danareksa Sekuritas masih melihat tren positif untuk PTRO, meski tekanan jangka pendek mulai terasa. "Pergerakan saham PTRO masih dalam trend yang bullish," tulis mereka dalam risetnya.
Tapi mereka juga jujur. Dalam sepekan terakhir, tekanan jual mulai membayangi. Kondisi ini membuka peluang saham untuk menguji level support terdekatnya.
Artikel Terkait
IHSG Dibuka Menguat 0,59%, Mayoritas Sektor Catatkan Kenaikan
IEA Siapkan Pelepasan Cadangan Minyak Terbesar, Bursa Asia Merespons Positif
Harga Emas Antam Naik Rp40.000 per Gram, Sentuh Rp3,08 Juta
Wall Street Berakhir Bervariasi, Ketegangan Timur Tengah Tekan Sentimen