Pagi tadi, suasana di depan SMKN 30 Jakarta mendadak ricuh. Sebatang pohon trembesi tua yang berdiri kokoh di sana, ambruk ke jalan. Akibatnya, tiga orang pengendara yang sedang melintas terluka tertimpa.
Untungnya, kondisi ketiganya tak parah. Mereka langsung dilarikan ke Puskesmas Kelurahan Gunung dan sudah diperbolehkan pulang.
“Tiga korban pengendara yang melintas berhasil dilarikan ke Puskesmas Kelurahan Gunung dalam keadaan luka ringan, kini sudah pulang ke rumah masing-masing,”
Demikian penjelasan Kasatgas BPBD Korwil Jakarta Selatan, Kendar, Rabu (11/3/2025).
Kejadian ini sempat bikin macet. Pohon yang tumbang itu menutupi akses jalan sepenuhnya. Tapi, setelah tim turun tangan, situasi berangsur pulih. “Untuk saat ini akses jalan sudah bisa dilalui oleh roda 4 dan roda 2,” jelas Kendar. Lalu lintas pun kembali normal.
Menurut sejumlah saksi, sebenarnya ada tanda-tanda sebelum pohon itu rubuh. Pihak sekolah sempat mendengar suara retakan keras sekitar pukul tujuh pagi. Mereka langsung siaga dan melaporkan ke Dinas Pertamanan untuk minta penanganan darurat.
Sayangnya, bantuan belum sempat datang. Hanya berselang 25 menit sejak laporan, tepat pukul 07.25 WIB, pohon itu akhirnya tumbang. Ia tak hanya menimpa halte sekolah, tapi juga para pengendara motor yang kebetulan lewat.
“Pada pukul 07.00 WIB pihak sekolah mendengar suara retakan dari pohon trembesi yang sudah lapuk dan tua. Pihak sekolahan melapor kepada pertamanan untuk meminta penanganan darurat. Pada pukul 07.25 WIB pohon akhirnya tumbang dan menimpa halte sekolah dan pengendara motor yang melintas,”
ujar Kendar merinci kronologi kejadian.
Evakuasi kemudian dilakukan. Pukul 10.45, pohon berhasil disingkirkan dari lokasi. Semua kembali berjalan seperti biasa.
Namun begitu, kejadian ini jadi peringatan keras. Kendar menekankan pentingnya membuat Zona Selamat Sekolah atau ZoSS di area tersebut. Mengingat lokasinya yang persis di depan sekolah, upaya ini dinilai penting untuk mencegah hal serupa terulang.
“Atensi kami pembuatan ZoSS,”
tegasnya. Langkah itu diharapkan bisa menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi siswa dan warga yang berlalu lalang.
Artikel Terkait
Jatim Raih Penghargaan Nasional atas Program Koperasi Desa Merah Putih
Wakapolda Bali: Penanganan Ekstremisme di Kalangan Pelajar Masih Parsial, Perlu Kolaborasi Lintas Sektor
Pemerintah Yakin IHSG Tembus Level 10.000 Tahun Ini, Fundamental Ekonomi Jadi Kunci
Wamentan Minta Sapi Betina Produktif Tidak Dipotong Saat Idul Adha Demi Jaga Populasi Ternak Nasional