“Potensi selanjutnya akan menuju dan menguji level support terdekatnya pada 11.000 - 11.325,” imbuh analis BRI Danareksa.
Sebelumnya, Indo Premier memang menempatkan BUMI sebagai kandidat dengan probabilitas tertinggi masuk MSCI Standard Cap, disusul PTRO. Saat ini keduanya sudah jadi bagian dari indeks MSCI IMI dan Small Cap. Trimegah Sekuritas juga punya pandangan serupa, menjagokan kedua saham itu. Sementara CLSA Sekuritas punya prediksi sedikit berbeda, mereka menyebut BUMI dan MD Entertainment (FILM) yang akan masuk.
Lalu, apa sebenarnya yang bikin pasar resah? Semuanya berawal dari rencana MSCI mengutak-atik cara hitung "free float".
Oktober lalu, MSCI mengumumkan mereka sedang menjajaki penggunaan data laporan bulanan dari KSEI sebagai referensi tambahan. Rencana ini tentu saja mempertimbangkan masukan pelaku pasar. Tapi pengumuman itu sendiri sempat bikin heboh. Saham-saham konglomerasi besar, terutama milik Prajogo Pangestu, langsung terpuruk dan jadi penekan utama IHSG kala itu.
Inti kekhawatirannya sederhana: perubahan metodologi ini berpotensi menurunkan bobot saham-saham kapitalisasi besar dalam indeks MSCI. Selama ini, BEI hanya mewajibkan laporan untuk pemegang saham di atas 5%. Data KSEI jauh lebih detail, mencakup kepemilikan di bawah 5% plus klasifikasi pemegangnya. Jadi, gambarnya lebih lengkap.
Nah, dalam proposalnya, MSCI berencana memilih nilai "free float" terendah antara hasil hitungan metodologi lama mereka dan estimasi pakai data KSEI. Dalam skema berbasis KSEI, saham "script" plus kepemilikan oleh korporasi dan kategori ‘lainnya’ akan dianggap sebagai "non-free float". Ada juga opsi alternatifnya.
MSCI sudah menutup masa konsultasi publik akhir Desember lalu. Hasil akhirnya akan diumumkan sebelum 30 Januari 2026. Kalau disetujui, perubahan baru akan berlaku mulai Mei mendatang.
Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan investor.
Artikel Terkait
Sinar Mas Land Pacu Penjualan dengan Program Royal Key, Bidik Rp 3,6 Triliun
ZATA Cetak Rekor, Saham Melonjak 1.150% Didorong Sentimen BUMN Tekstil
IHSG Melonjak 49 Poin, Transaksi Tembus Rp19 Triliun di Sesi Pagi
IHSG Melaju 50 Poin, Rupiah Ikut Menguat ke Rp 16.902