Polri Kerahkan 89 Ribu Personel untuk Operasi Ketupat 2026

- Rabu, 11 Maret 2026 | 12:50 WIB
Polri Kerahkan 89 Ribu Personel untuk Operasi Ketupat 2026

Rencana sudah disiapkan. Untuk mengamankan arus mudik Idul Fitri tahun 2026 mendatang, Polri bakal menggelar Operasi Ketupat selama tiga belas hari penuh. Jumlah personel yang akan diterjunkan tak main-main: hampir 90 ribu anggota polisi.

Komjen Karyoto, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri, yang menyampaikan hal itu. Dalam sebuah rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI, Rabu (11/3/2026), dia memaparkan detail operasi tersebut. Rapat itu sendiri dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III, Habiburokhman.

"Operasi ketupat dengan sandi Ketupat 2026 dilaksanakan selama 13 hari, terhitung mulai tanggal 13 Maret dan berakhir pada tanggal 25 Maret tahun 2026," jelas Karyoto di kompleks parlemen.

Menurutnya, operasi ini bukan hanya urusan kepolisian semata. Mereka akan berkolaborasi dengan TNI, jajaran Dinas Perhubungan, hingga Satpol PP. Intinya, semua instansi terkait dikerahkan.

"Dalam operasi ini ribuan personel kepolisian dibantu oleh TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan instansi terkait lainnya, dikerahkan untuk mengamankan jalur-jalur utama mudik, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, serta pusat-pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan dan tempat wisata," ujar Karyoto.

Lalu dia menyebut angka pastinya. "Total personel Polri yang dilibatkan adalah 89.228 personel."

Selain pengamanan, ada juga aspek pelayanan. Baharkam Polri akan mendirikan pos-pos strategis untuk membantu pemudik yang mengalami kendala di jalan. Mereka juga sudah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah, contraflow, dan pembatasan untuk kendaraan berat untuk meminimalisir kemacetan parah.

Patroli rutin pun akan ditingkatkan. Tujuannya jelas: mengantisipasi lonjakan tindak kriminal yang seringkali mengintai di musim mudik, semacam pencurian atau penjambretan.

Harapannya, semua upaya ini bisa mewujudkan mudik yang aman dan nyaman. Karyoto juga mengungkapkan persiapan khusus untuk hal darurat.

"Secara khusus, kami dari Baharkam Polri membuat dua ambulans udara yang digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi insiden dalam perjalanan mudik," imbuhnya.

Sayangnya, untuk saat ini, fasilitas udara itu baru tersedia di Pulau Jawa. Tapi setidaknya, itu jadi salah satu bentuk kesiapan mengantisipasi hal terburuk di jalur mudik yang paling padat.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar