THR Idulfitri Jadi Momen Ajarkan Literasi Keuangan pada Anak

- Rabu, 11 Maret 2026 | 13:00 WIB
THR Idulfitri Jadi Momen Ajarkan Literasi Keuangan pada Anak

Hari Raya Idulfitri selalu punya momennya sendiri. Salah satunya, tentu saja, saat anak-anak riang menerima 'salam tempel' atau THR dari sanak keluarga yang sudah bekerja. Nah, uang yang terkumpul itu sebenarnya bukan cuma sekadar hadiah. Bagi orang tua, ini adalah kesempatan emas, lho, untuk mulai mengajarkan anak soal uang.

Daripada dibelanjakan begitu saja untuk mainan atau jajanan yang habis dalam sekejap, uang THR bisa dikelola dengan lebih bijak. Caranya bagaimana? Berikut beberapa langkah yang bisa dipertimbangkan, dirangkum dari berbagai sumber.

1. Mulai dari Konsep Dasar

Anak usia empat tahun pun sebenarnya sudah bisa paham konsep uang. Kenalkan mereka pada empat pilar sederhana: dapat, belanja, nabung, dan berbagi. Ajak mereka mengenal berbagai lembaran uang, dari yang nilainya kecil sampai besar. Kebiasaan ini bisa jadi pondasi yang kuat untuk masa depannya.

Kebetulan, THR sering diterima dalam pecahan kecil. Ini justru bagus untuk simulasi. Coba ajak mereka 'bermain jual-beli' di rumah, biar paham bagaimana uang bekerja dalam transaksi sehari-hari.

2. Buka Rekening Tabungan

Momen THR ini pas banget untuk membuka rekening tabungan pertama anak. Rasanya spesial punya buku tabungan atas nama sendiri. Dari sini, mereka belajar menyisihkan uang dan memahami arti 'menunda kesenangan'. Mereka akan lihat sendiri bagaimana uangnya bisa bertambah sedikit demi sedikit, untuk kebutuhan yang lebih besar nanti.

3. Libatkan Mereka dalam Keputusan

Jangan orang tua saja yang mengatur. Ajak anak berdiskusi. "Nih, uangnya mau dipakai buat apa?" Tanyakan berapa yang ingin ditabung, dibelanjakan, atau disedekahkan. Dengan terlibat, rasa tanggung jawabnya akan tumbuh. Mereka juga akan belajar konsekuensi secara langsung: kalau uang habis untuk jajan hari ini, besok tak ada lagi untuk beli buku yang diinginkan.

4. Tak Lupa, Ajarkan untuk Berbagi

Uang bukan cuma untuk diri sendiri. Sejak dini, tanamkan nilai berbagi. Bisa dengan menyisihkan sebagian untuk sedekah, atau membelikan hadiah kecil untuk saudara. Kebiasaan sederhana ini membentuk empati dan kepedulian terhadap orang di sekitar.

5. Pertimbangkan untuk Investasi

Kalau jumlah THR yang terkumpul lumayan besar, kenapa tidak? Sebagian bisa dialokasikan untuk instrumen investasi yang aman dan sederhana, seperti emas atau reksa dana pasar uang. Tapi ingat, orang tua harus paham dulu seluk-beluk dan risikonya. Karena uang ini milik anak, prinsip kehati-hatian adalah yang utama. Pilih instrumen dengan risiko rendah.

Intinya, uang THR itu lebih dari sekadar angpau. Ia adalah alat pertama yang ampuh untuk mengajarkan literasi keuangan. Dimulai dari hal-hal sederhana, dampaknya bisa bertahan sampai anak dewasa nanti.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar