Peluang Tubagus Ace Hasan Syadzily Jadi Plt Ketua DPD Golkar Jabar Ditolak
Isu mengenai penunjukan Tubagus Ace Hasan Syadzily sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Jawa Barat menuai penolakan keras. Wakil Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) DPD Golkar Jabar, Asep Suparman, menegaskan bahwa aturan partai tidak mengakomodir jabatan Plt untuk posisi ketua dewan daerah.
Aturan AD/ART Golkar Tidak Kenal Plt Ketua DPD
Asep Suparman menjelaskan bahwa tidak ada satu pasal pun dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Peraturan Organisasi (PO) Partai Golkar yang membenarkan pembentukan Plt Ketua DPD. Menurutnya, hal tersebut sangat tidak mungkin dilakukan.
“Tidak ada aturan mainnya. Jabatan Plt untuk Ketua DPD tingkat Provinsi atau Kabupaten/Kota tidak diatur,” tegas Asep dalam keterangan tertulisnya, dikutip pada Minggu (9/11/2025).
Syarat Penggantian Ketua DPD dan Masa Jabatan
Asep merinci bahwa pergantian ketua hanya dapat dilakukan dalam kondisi tertentu, seperti:
- Ketua meninggal dunia
- Berhalangan tetap atau sakit keras
- Tersandung perkara pidana
- Mundur atau diberhentikan secara tidak hormat
Itu pun, masa jabatan penggantinya hanya berlaku maksimal tiga bulan, bukan lima tahun seperti periode kepengurusan penuh.
Status Kepengurusan dan Penundaan Musda Golkar Jabar
Secara periodisasi, kepengurusan DPD Golkar Jabar sebenarnya telah berakhir sejak Maret 2025. Namun, masa jabatan mereka diperpanjang melalui Surat Instruksi dari DPP Golkar hingga Musyawarah Daerah (Musda) terlaksana.
Jadwal Musda yang semestinya digelar pada Maret 2025 kemungkinan akan diundur. Asep menyebutkan bahwa Jawa Barat mungkin akan dijadwalkan terakhir agar dapat dihadiri langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Struktur Panitia Musda dan Dinamika Internal
Hingga saat ini, struktur kepanitiaan Musda Golkar Jabar belum sepenuhnya terbentuk. Rapat pleno baru menunjuk Yod Mintaraga sebagai Penyelenggara, Yomanius Untung sebagai Ketua Steering Committee (SC), dan Deden Nasihin sebagai Ketua Organizing Committee (OC).
Asep menilai dinamika internal yang terjadi, termasuk manuver politik, adalah hal yang wajar dalam Partai Golkar. “Golkar itu DNA-nya tarung, adu gagasan, adu ide. Ini menjadi bagian dari proses dewasa dalam regenerasi,” ujarnya.
Calon Potensial dan Harapan ke Depan
Sejumlah nama santer disebut akan bersaing dalam Musda nanti, di antaranya:
- Ahmad Hidayat (Anggota DPRD Jabar)
- Danil Mutakin (Ketua Harian Golkar Jabar & Anggota DPR RI)
- Ilham Permana (Anggota DPR RI)
Sementara itu, Ketua DPD Golkar Jabar saat ini dikabarkan mengundurkan diri karena kesibukannya sebagai Gubernur Lemhannas dan Direktur Golkar Institute.
Asep berharap siapa pun yang terpilih nanti mampu menjaga soliditas partai, memperkuat posisi Golkar di Jabar, dan menjaga koalisi dengan partai pendukung pemerintah, terutama Gerindra. Ia optimis semua kader akan bersatu pasca-pemilihan untuk mencapai target perolehan suara partai.
Artikel Terkait
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir
Analis Bongkar Agenda Terselubung di Balik Janji Kerja Mati-Matian Jokowi untuk PSI