Rupiah Tembus Rp 17.000, BI Siap Turun Tangan Besar-besaran

- Kamis, 22 Januari 2026 | 06:18 WIB
Rupiah Tembus Rp 17.000, BI Siap Turun Tangan Besar-besaran

Angka Rp 17.000 per dolar AS seperti jadi momok yang sulit dihindari. Rupiah masih terperosok di level itu, bahkan beberapa bank nasional sudah menjual dolar dengan kurs yang melampaui angka psikologis tersebut. Berita ini pun ramai diperbincangkan sepanjang Rabu kemarin.

Mengutip Bloomberg, posisi rupiah memang tak menggembirakan. Pada penutupan perdagangan Rabu (21/1) pukul 16.00 WIB, mata uang kita tercatat melemah 20 poin ke level Rp 16.936 per dolar AS. Tekanan terasa nyata. Namun begitu, Bank Indonesia sudah angkat bicara dan berjanji tak akan tinggal diam.

Bank-Bank Besar Tembus Level Rp 17.000

Tekanan di pasar spot ternyata bukan isapan jempol belaka. Faktanya, kurs jual di sejumlah bank pelat merah untuk transaksi tertentu sudah menembus Rp 17.000. Ini khususnya terlihat pada transaksi TT Counter.

Lalu, apa itu TT Counter? Singkatnya, ini kurs yang dipakai bank untuk transaksi valas non-tunai lewat teller. Misalnya untuk pembayaran impor atau pengiriman uang dari luar negeri. Transaksinya cuma lewat pemindahbukuan, tanpa ada dolar fisik yang berpindah tangan.

Di BNI, misalnya, kurs jual untuk dolar AS sudah dipasang di Rp 17.105, sementara kurs belinya Rp 16.815.

Kondisi serupa terjadi di BRI. Bank ini menetapkan kurs jual di Rp 17.065 dan kurs beli di Rp 16.865. Angka-angka itu jelas menunjukkan betapa tekanan pelemahan rupiah merambah ke mana-mana.


Halaman:

Komentar