Tak ketinggalan, Bank Mandiri juga ikut menaikkan patokan. Bank dengan logo pita emas itu menjual dolar AS di harga Rp 17.070, dengan kurs beli di posisi Rp 16.770.
Peringatan Keras dari Perry Warjiyo
Menyikapi gejolak ini, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bersikap tegas. Ia menegaskan BI siap turun tangan secara besar-besaran untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan ini disampaikannya di tengah dinamika pasar yang makin bergejolak.
Perry menekankan, semua instrumen kebijakan sudah disiapkan. Bank sentral sama sekali tidak akan ragu untuk masuk ke pasar guna meredam gejolak yang berlebihan.
Begitu penjelasan Perry dalam konferensi pers, Rabu (21/1).
Menurutnya, pelemahan rupiah saat ini dipicu oleh campuran faktor eksternal dan internal. Dari luar, situasi geopolitik global dan kebijakan tarif Amerika Serikat menciptakan ketidakpastian yang tinggi. Di sisi lain, faktor dalam negeri juga turut mempengaruhi. Semuanya berpadu, mendorong rupiah ke posisi yang sulit.
Artikel Terkait
UNTR Siapkan Rp2 Triliun untuk Tahan Laju Saham yang Terperosok
Guncangan Pasokan dari Kazakhstan dan Venezuela Pacu Harga Minyak Global
Emas Tergelincir dari Rekor Tertinggi Usai Sikap Trump Melunak
Gangguan Ladang Kazakhstan dan Serangan Drone Picu Kenaikan Harga Minyak