Semua langkah ini punya satu tujuan sederhana.
Lalu, bagaimana kondisi moneter yang mendasari kebijakan ini? Ternyata, data terakhir menunjukkan uang primer (M0) pada Desember 2025 tumbuh 11,4% secara tahunan. Angka ini melonjak dibanding bulan sebelumnya yang 6,5%. Bahkan, M0 adjusted melesat lebih tinggi hingga 16,8%. Ini mencerminkan ekspansi likuiditas yang cukup kuat.
Kenaikan itu dipicu oleh meningkatnya uang kartal dan giro bank di BI, sejalan dengan menguatnya aktivitas ekonomi serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter di penghujung tahun. Sementara itu, uang beredar dalam arti luas (M2) pada November 2025 juga tumbuh 8,3%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya.
Ke depan, BI bakal terus memantau dan mengelola pertumbuhan uang beredar dengan hati-hati. Sinergi dengan pemerintah akan dijaga, agar stabilitas moneter tetap terkendali sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
Artikel Terkait
Warga Jakarta-Bekasi Diskon Tol Becakayu hingga 20 Persen Mulai Januari
Gelombang LNG AS dan Qatar Bakal Banjiri Pasar Global pada 2026
BUMN Tekstil Rp101 Triliun: Harapan Baru atau Ancaman Bagi Pelaku Usaha?
Gaji Pensiun PNS 2026: Tak Ada Kenaikan Tambahan, Aturan Masih Mengacu ke 2024