Udara Zurich yang menusuk, hanya satu derajat Celsius, menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto. Dia tiba di bandara internasional kota itu Rabu malam, tepat pukul enam waktu setempat. Agenda utamanya? Menghadiri pertemuan puncak para pemimpin global di World Economic Forum 2026 yang digelar di Davos.
Dari pintu pesawat Garuda Indonesia-1, Presiden terlihat turun dengan balutan jas panjang hitam tebal dan kopiah hitam. Cuaca dingin jelas tak menjadi halangan. Di belakangnya, putranya, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau yang akrab disapa Didit, mengikuti langkah sang ayah.
Rombongan sebenarnya sudah berangkat dari London. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang ikut dalam penerbangan itu, terlihat sudah lebih dulu turun dan menunggu.
Di ujung tangga, beberapa wajah familiar sudah menanti. Duta Besar RI untuk Swiss, Ngurah Swajaya, bersama Atase Pertahanan untuk Prancis dan Swiss, Marsekal Pertama TNI Hendra Gunawan, hadir untuk menyambut. Presiden pun menyalami mereka satu per satu dengan hangat, meski angin malam berhembus. Setelah itu, dia langsung menuju mobil kepresidenan yang akan membawanya ke hotel.
Nah, para menteri Kabinet Merah Putih yang ikut dalam lawatan ini konon sudah tiba lebih awal. Mereka sedang mempersiapkan segala sesuatu dan tentu saja, bersiap untuk menyambut pimpinan mereka di tempat menginap.
Acara utamanya baru dimulai Kamis siang. Presiden Prabowo dijadwalkan memberi pidato khusus antara pukul 14.00 hingga 14.30 waktu setempat. Dia akan berbagi panggung dengan Børge Brende, Presiden sekaligus CEO World Economic Forum.
Tahun ini, forum bergengsi itu memang menghadirkan deretan pemimpin dunia yang luar biasa. Selain Prabowo, ada nama-nama besar seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, hingga Presiden AS Donald J. Trump. Tak ketinggalan, pemimpin dari China, Mesir, Argentina, Spanyol, Jerman, plus Sekjen PBB António Guterres dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Semuanya akan berbicara dalam forum yang sama.
Seperti kita tahu, World Economic Forum sudah jadi tradisi tahunan sejak 1971. Tempatnya selalu di Davos, sebuah kota kecil di pegunungan Alpen Swiss yang tiap Januari ramai oleh para elite global. Intinya, ini adalah ajang pertemuan bagi para ahli, ekonom, pengusaha, dan tentu saja politisi untuk membicarakan masa depan ekonomi dunia. WEF sendiri adalah organisasi non-pemerintah, semacam think tank yang bermarkas di Cologny, Jenewa.
Artikel Terkait
Tabrakan Kereta Jarak Jauh dan KRL di Bekasi Timur, 5 Tewas dan Puluhan Luka
Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Tewaskan 7 Orang, 81 Luka-luka
Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: 7 Tewas, 81 Luka, Evakuasi Berlangsung 8 Jam
Kecelakaan Maut di Stasiun Bekasi Timur, 7 Tewas dan 81 Luka-luka