Bagi warga terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang kini menempati hunian sementara, ada kabar baik dari PLN. Perusahaan listrik negara itu memutuskan untuk menggratiskan biaya listrik di huntara yang dibangun Danantara Indonesia. Bebas biaya ini berlaku untuk enam bulan ke depan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan komitmen itu dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (21/1).
"Danantara membangun rumah hunian sementara dan kami mendukung. Baik itu selama 6 bulan, listrik di huntara kami gratiskan," ujar Darmawan.
Tak cuma token listrik, lanjutnya, pemasangan instalasi dan KWh meter juga jadi tanggung jawab PLN. Jadi, warga benar-benar tak perlu mengeluarkan apa-apa.
"Kemudian paket pasang baru multi guna yang gratis dan juga token listrik gratis selama 6 bulan ke depan. Ini menjadi bagian dari pengabdian kami untuk pemulihan di Aceh," jelasnya.
Dukungan PLN tak berhenti di situ. Mereka juga akan menyediakan penerangan jalan umum (PJU) dan fasilitas umum di sekitar lokasi huntara. Semua ini bagian dari upaya pemulihan pascabencana.
Sebelumnya, Danantara Indonesia telah menyerahkan 600 unit Rumah Hunian Sementara (Huntara) kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Penyerahan dilakukan langsung oleh Managing Director Stakeholder Management Danantara, Rohan Hafas, kepada Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, pada Kamis (8/1).
Dalam keterangan tertulisnya, Danantara menegaskan komitmennya.
"Danantara memastikan pembangunan Huntara ini dilakukan agar masyarakat yang terdampak bencana mendapat hunian yang layak dan aman," begitu bunyi pernyataan mereka, Jumat (9/1).
Hunian yang dibangun memang dirancang khusus. Standar kelayakan hunian darurat jadi acuan, dengan struktur aman, akses air bersih, dan sanitasi yang memadai. Dukungan listrik dan layanan kesehatan juga disiapkan. Bahkan, fasilitas pendukung seperti klinik, taman bermain, serta akses internet ikut dilengkapi tentu saja dengan listrik gratis.
Ke depannya, program ini akan terus berjalan. Danantara berencana melanjutkan pembangunan secara bertahap. Targetnya? Mencapai 15.000 unit huntara dalam beberapa bulan mendatang. Tujuannya jelas: memastikan lebih banyak keluarga korban bencana punya tempat tinggal sementara yang layak, dengan penerangan yang tak perlu mereka pusingkan biayanya.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 3,38 Persen ke 7.129, Seluruh Sektor Saham Merah
Saham ICBP Anjlok 47% dari Puncak, Sentimen Timur Tengah dan Kenaikan Biaya Bahan Baku Jadi Tekanan
Hua Yan dan Andalan Sakti Inti Batal Negosiasi Akuisisi 51,18% Saham Ansa Land
IHSG Anjlok 3,06 Persen, Lima Hari Beruntun Terkoreksi Imbas Tekanan Jual Saham Konglomerat dan Perbankan