Lonjakannya memang gila-gilaan. Ambil contoh RLCO. Saham emiten sarang burung walet ini IPO akhir tahun lalu dengan harga Rp168. Sekarang? Meroket ke Rp8.700-an. Sejak listing awal Desember 2025, kenaikannya tembus lebih dari 50 ribu persen! Angka itu bikin saham IPO lain seperti CDIA dan RATU kelihatan biasa saja.
Di sisi lain, pergerakan ZATA juga fenomenal. Dari level Rp6, saham fesyen ini nyaris menyentuh Rp143. Itu artinya naik lebih dari 22 ribu persen. Meski sempat koreksi, harganya masih bertahan di sekitar Rp115.
Fenomena ini nggak lepas dari kondisi pasar. IHSG sendiri sudah tembus 9.000, didorong kenaikan saham-saham kecil. Namun begitu, situasinya berbeda untuk saham blue chip. Indeks LQ45, yang diisi emiten kapitalisasi besar, cuma naik 6 persen dalam setahun. Jauh tertinggal dibanding IHSG yang melesat 27 persen.
Jadi, suspensi ini seperti rem darurat. BEI sepertinya ingin mendinginkan suasana sejenak, sebelum aksi jual-beli yang terlalu panas ini berujung pada hal yang tidak diinginkan.
Artikel Terkait
Harga CPO Melonjak 8% dalam Seminggu, Terbesar Sejak November 2024
Lonjakan Harga Minyak Global Gagal Dongkrak Sektor Energi di Tengah Amukan IHSG
Menkeu Tegaskan THR Karyawan Swasta Tetap Kena Pajak, Sarankan Protes ke Perusahaan
Emas Rebound di Akhir Pekan, Tapi Catat Penurunan Mingguan Pertama dalam Lima Pekan