Tak cuma itu, HKI juga punya harapan lebih. Mereka mendorong agar tim ini diresmikan lewat penandatanganan komitmen langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri terkait. Ini dimaksudkan sebagai simbol kepemimpinan negara yang serius mengawal investasi dan industrialisasi.
Komitmen itu diharapkan mencakup beberapa poin krusial: percepatan realisasi investasi skala nasional dan global, akselerasi target ekonomi 8%, pelaksanaan PSN yang lebih cepat, pengawalan RPJMN yang terukur, pengurangan hambatan struktural di sektor industri, serta penguatan peran kawasan industri sebagai pusat pertumbuhan.
Di sisi lain, HKI terlihat optimis. Mereka yakin di bawah kepemimpinan Prabowo, Indonesia punya momentum sejarah untuk melakukan lompatan besar dalam industrialisasi.
“Target pertumbuhan ekonomi 8 persen merupakan visi strategis Presiden untuk membawa Indonesia menjadi kekuatan ekonomi global,” jelas dia.
Optimisme itu, kata mereka, bisa terwujud jika ada konsolidasi kebijakan, kepemimpinan kuat, dan eksekusi yang cepat di lapangan. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha akan jadi kunci utama agar setiap kebijakan berdampak nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan rakyat.
“Melalui pembentukan Tim Percepatan ini, HKI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah,” tambahnya.
Mereka berharap kerjasama ini bisa mewujudkan visi besar: Indonesia yang berdaulat secara industri, tangguh di kancah global, dan tentu saja, berkelanjutan.
Artikel Terkait
Persiapan Mudik Lebaran 2026: Ban Tepat Jadi Kunci Hemat Daya Mobil Listrik
MR.D.I.Y Indonesia (MDIY) Catat Laba Bersih Rp1,1 Triliun dan Usul Dividen 40%
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Beban Bunga Utang Membengkak Capai Rp99,8 Triliun
IHSG Turun 0,37% ke 7.362,12 Didominasi Tekanan Jual